Banyak Kesenian Daerah Terancam Punah
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 21 November 2009

taripendetBengkulu - Direktur Kesenian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sulistyo Tirto Kusumo mengatakan banyak kesenian daerah yang terancam punah akibat arus modernisasi.

"Globalisasi dan modernisasi membuat banyak kesenian tradisional di daerah-daerah di Tanah Air terancam punah," katanya saat menghadiri acara Pameran Pagelaran Seni se-Sumatra (PPSS) ke-12 yang berlangsung di Bengkulu, 18 hingga 21 November.

Untuk mengantisipasi semakin punahnya kesenian-kesenian daerah maka ajang PPSS yang diselenggarakan setiap tahun merupakan salah satu jawabannya.

Acara yang dikemas oleh para seniman se-Sumatra tersebut diharapkan mampu menyaring arus budaya luar yang semakin membenamkan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah khususnya di Sumatra.

"Kegiatan ini sangat memberikan peranan penting dalam kelestarian budaya dan kesenian Sumatra dan bisa dijadikan sebagai tolak ukur perkembangan seni di Sumatra," jelasnya.

Agenda tahunan ini kata dia seharusnya dilangsungkan juga di even tingkat nasional bahkan internasional sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia lewat kesenian.

Menurut Sulistyo, banyak seniman asal Sumatra yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan melalui ajang PPSS yang diselenggarakan setiap tahun bisa memunculkan seniman-seniman baru sebagai penerus.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu yang masih merangkap sebagai Kepala Taman Budaya Bengkulu, Agus Setiyanto mengatakan Bengkulu sudah dua kali menjadi tuan rumah PPSS.

"Tahun 2006 Bengkulu juga sebagai tuan rumah, dengan harapan bisa memotivasi seniman lokal untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitasnya," katanya.

Meskipun dengan dana terbatas kata dia, penyelenggaraan PPSS yang diikuti tujuh provinsi yakni Aceh, Sumatra Barat, Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jambi dan Bengkulu itu bisa berjalan sukses.

Selain menjadi ajang silaturahmi antar seniman, agenda tahunan ini juga diharapkan bisa menghidupkan dan memasyarakatkan kembali kesenian tradisional masyarakat se-Sumatra.(ant/yan)