Polri Lumpuhkan Teroris Tak Berkaitan dengan Obama
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 11 Maret 2010

obama1Jakarta - Keberhasilan Polri melumpuhkan salah satu pentolan teroris Asia Tenggara, Yahya Ibrahim alias Dulmatin, menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum tak ada dikaitkan dengan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

"Keberhasilan tersebut adalah tanda keseriusan Pemerintah Indonesia sendiri untuk menjaga keamanan dalam negeri dan pemberantasan terorisme," tegasnya di Jakarta, Kamis (11/3).

Anas Urbaningrum juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polri, khususnya Datasemen Khusus (Densus) 88, karena kembali berhasil melumpuhkan tokoh teroris sekaliber Dulmatin, bersama dua pengawalnya, ketika terjadi penyergapan di dua lokasi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (10/3) lalu.

Kendati begitu, ia mengharapkan, agar keberhasilan ini tidak boleh membuat Polri dan masyarakat terlena.

"Sebab, bibit-bibit terorisme harus terus diantisipasi dengan cermat pertumbuhannya. Terorisme tetap harus dianggap dan diawasi sebagai ancaman yang amat serius. Tidak boleh dianggap sudah selesai," tandasnya.

Ia menegaskan, kewaspadaan yang serius dan kontinyu merupakan pilihan terbaik serta bertanggung jawab dari semua pihak.

Informasi layak

Mengenai keberhasilan Polri yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jamuan kenegaraan di Australia, Anas Urbaningrum mengatakan, apa yang disampaikan Presiden tersebut jelas merupakan informasi yang layak disampaikan di mana saja, termasuk di luar negeri.

"Karena pemberantasan terorisme adalah komitmen dan agenda internasional. Jadi, janganlah dibangun opini bahwa seolah-olah SBY tengah melayani kepentingan Australia. Jelas opini itu salah," tandasnya lagi.

Ia mengatakan, pemerintah melayani kebutuhan keamanan bagi rakyat Indonesia dan kontribusi keamanan regional maupun global.

"Justru Presiden Yudhoyono tengah menekankan pentingnya pemberantasan terorisme serta komitmen dan keberhasilan Indonesia dalam hal tersebut. Bukan hanya untuk kepentingan Australia, tetapi demi keamanan regional maupun global," tegas Anas Urbaningrum.(ant/yan)