| Polisi Belum Temukan Bom Rakitan Dulmatin |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Kamis, 11 Maret 2010 |
|
Bom itu diduga telah dirangkai karena polisi menemukan rangkaian pemicu bom yang bisa dikendalikan dari jarak jauh (remote control), kata Ito acara apel latihan gabungan anti teror TNI dan Polri di Monas, Jakarta, Kamis (11/3). "Kami sedang mencari dimana bahan peledak atau bomnya karena kemarin pemicunya sudah ditemukan," katanya. Polri akan mencari bahan peledak dan bom dari kelompok Dulmatin karena diduga memiliki efek ledakan yang lebih besar. Dulmatin bersama Ali Imran, terpidana seumur hidup bom Bali 2002 dan Dr Azahari (tewas tertembak di Batu, Jawa Timur, 2005) merakit bom Bali 2002 yang mengakibatkan 202 orang tewas dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. Terkait dengan adanya senjata api yang dimiliki kelompok ini, Ito mengatakan, Polri telah menyita tujuh senjata api jenis revolver, pistol jenis FN, AK 47 dan M16. "Jumlah senjata yang dimiliki mereka bisa saja lebih banyak lagi. Para tersangka yang tertangkap tidak mau buka mulut soal asal senjata itu," katanya. Ito mengatakan, senjata itu diduga berasal dari luar negeri dan diselundupkan dengan bentuk komponen-komponen kecil. "Senjata kan bisa dirakit di sini. Asal usul senjata bisa dari mana saja. Ini juga yang sedang kita cari dari mana mereka mendapatkan senjata," katanya. Menurut dia, polisi juga mencari asal sekitar 7.000 butir peluru yang juga disita. Peluru-peluru itu diduga berasal dari luar namun ada juga yang berasal dari dalam negeri. "Banyak peluru yang kelihatannya sudah tua dan bekas dipendam lama di dalam tanah. Bisa saja ini peluru yang diperoleh dari sisa konflik di Aceh. Peluru itu bisa dari mana saja," ujarnya. Ito mengatakan, kelompok Dulmatin yang berlatih kemiliteran di Aceh tidak punya pelatih secara khusus tapi pelatih berasal dari kalangan mereka sendiri. "Berlatihnya dengan cara berbagi pengalaman. Sebagian dari mereka kan pernah menjadi sukarelawan dan mendapatkan latihan militer di Philipina dan Afghanistan," ujarnya. Soal aliran dana, Ito belum bisa menjelaskan dan Polri akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Polri menyita barang bukti kiriman uang dalam bentuk mata uang rupiah dan uang asing dari lokasi penangkapan di Pamulang.(ant/yan) |

Jakarta - Walau telah berhasil menewaskan gembong teroris Internasional, Dulmatin, Polisi ternyata belum berhasil menemukan bom yang diduga telah dirakit oleh Dulmatin. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan, Polri terus mencari bom yang diduga telah dirakit oleh Dulmatin dan kelompoknya.
Mozilla Firefox