| Tersangka Teroris Joko Sulistyo Asal Boyolali |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Minggu, 14 Maret 2010 |
|
Keterangan yang dihimpun di Dukuh Jebol, di Boyolali, Minggu (14/03), Joko tinggal bersama orang tuanya, Parinem, di RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Donohudan, Boyolali. Joko salah satu di antara 31 tersangka teroris yang ditangkap polisi di NAD tersebut diketahui oleh warga setempat sudah menikah dengan seorang perempuan berasal dari Jawa Timur dan miliki satu anak yang saat ini tinggal bersama orang tuanya di dukuh itu. Kondisi rumah Joko di Dukuh Jebol kelihatan terbuka cendelanya, sedangkan istrinya yang tidak dikenal namanya oleh warga setempat, berada di rumah itu bersama anaknya yang masih bayi. Parinem setiap pagi hari, pergi ke Pasar Dibal, Ngemplak, untuk berjualan bumbu dapur sehingga tidak ada di rumahnya. Ketua RT 03/RW 07 Dukuh Jebol, Sutarjo, menyatakan membenarkan bahwa Joko warga setempat dan anak bungsu pasangan Atmo Kasiman (almarhum) dengan Parinem. Joko dikabarkan relatif lama tinggal di Malaysia dan pulang kampung sekitar Tahun 2008. Ia pernah minta surat keterangan kepada ketua RT setempat untuk keperluan mencari kartu tanda penduduk (KTP), sebelum menikah pada Tahun 2009. Ia mengatakan, Joko meninggalkan rumah orang tuanya itu sekitar setengah bulan yang lalu. Kabarnya, katanya, dia akan bekerja di Kalimantan. "Dia pergi tidak pamitan ibunya. Tapi ibunya diberitahu oleh istri Joko bahwa dia pergi ke Kalimantan," katanya. Ia mengatakan, relatif banyak warga setempat yang tidak tahu bahwa Joko tertangkap di Aceh bersama tersangka teroris lainnya. "Dia (Joko, red.) orangnya tertutup dan tidak pernah ikut kumpulan warga," katanya. Rumah Joko, katanya, saat terjadi Bom Bali beberapa waktu lalu sering didatangi aparat kepolisian. Rumah itu juga sempat digerebek polisi diduga terkait dengan teroris. "Istri Joko tidak diketahui namanya oleh warga. Dia tidak pernah didaftarkan di kartu keluarga," katanya. Ia mengatakan, istri Joko setiap hari mengenakan cadar dan tidak pernah keluar rumah, sedangkan warga setempat juga tidak pernah mengetahui namanya. Istri Joko yang berada di rumah itu bersama anaknya yang berusia sekitar dua bulan, katanya, jika mengetahui ada orang mencarinya, langsung masuk ke kamar dan tidak bersedia menemui. Seorang tetangga Joko, Mul Suparmi, mengatakan, istri Joko berasal dari Jawa Timur tetapi hingga saat ini tidak diketahui namanya. "Orangnya tertutup. Ini memang rumah orang tua Joko Sulistyo. Tapi Joko pergi meninggalkan rumahnya beberapa hari terakhir ini," katanya. Kepala Dukuh Banyudono, Sumiatno, juga menyatakan membenarkan bahwa Joko warga asli pedukuhan itu dan tinggal bersama ibunya, Parinem. "Rumah Joko dulu sering didatangi polisi yang mencari kakak iparnya bernama Dulgani. Dulgani menikahi Ningsih," katanya. Saat Joko mencari KTP, katanya, pernah mengatakan akan tinggal relatif lama di Malaysia. Kabarnya, katanya, Joko pernah ditahan pihak berwenang di Malaysia dan pada Tahun 2008 pulang ke kampung halamannya itu. "Warga di sini tahunya nama Joko Sulistyo dan bukan Zainudin," katanya.(ant/waa) |

Boyolali - Zainudin alias Joko Sulistyo (32), salah satu tersangka teroris yang tertangkap di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan warga asli Dukuh Jebol, Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Mozilla Firefox