Manfaatkan Obama Sebagai Humas Indonesia
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Minggu, 14 Maret 2010

obama1Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyatakan, Indonesia harus bisa mengambil manfaat dari kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, terutama terkait promosi Indonesia ke dunia internasional.

"Kalau Indonesia mau lebih kuat posisinya di internasional perlu menjadikan AS sebagai batu loncatan. Sekarang tinggal bagaimana Obama bisa ngomong seperti public relation (hubungan masyarakat) kita," kata Anies di Jakarta, Minggu (14/03).

Anies mengemukakan hal itu usai menjadi pembicara dalam sarasehan bertema "Implementasi Pemikiran Gus Dur terhadap Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yang Berkualitas dan Berdaya Saing Global" di kompleks Pesantren Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, yang digelar Ikatan Sarjana NU.

Dikatakannya, Indonesia harus memiliki agenda strategis terkait kunjungan Obama. Kalau tidak kondisi bisa terbalik yakni justru agenda AS yang jalan.

Jika Obama yang mempromosikan Indonesia, misalnya terkait pluralitas dan demokratisasi di negara ini, kata Anies, maka efeknya akan luar biasa, bisa dikenang hingga 50 tahun ke depan.

"Seperti ketika pertemuan Presiden Soekarno dengan Presiden John F Kennedy. Itu tak terlupakan," kata cucu tokoh pejuang pergerakan nasional AR Baswedan tersebut.

Menurutnya, akan sangat mubazir jika kunjungan Obama ke Indonesia hanya dimanfaatkan untuk membicarakan persoalan teknis, misalnya soal kerja sama antarkedua negara.

"Kerja sama itu mikro, bisa dilakukan setingkat menteri atau dirjen. Yang utama, ya, promosi itu," katanya.

Rencana kunjungan Obama ke Asia, termasuk Indonesia, sendiri mengalami perubahan jadwal. Sedianya dilakukan pada 18-24 Maret namun diundur pada 21-26 Maret 2010.

Terkait adanya sejumlah kiai yang menolak kunjungan Obama ke Indonesia, anggota Fraksi PKB DPR RI Lily Chadijah Wahid menduga adanya pihak yang "bermain" di balik penolakan itu.

"Mungkin karena kiainya kurang informasi lantas ada yang memanfaatkan kepolosan kiai. Dulu Bush (Presiden George W Bush) saja diterima, Obama yang bapaknya Islam kenapa ditolak?" kata adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.(ant/waa)