Aksi Padam Lampu Tidak Merata
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Minggu, 28 Maret 2010

climatechangeJakarta - Perayaan `Earth Hour` sebagai bagian dari memerangi perubahan iklim yang ditandai dengan aksi global `padam lampu` selama satu jam belum berlangsung merata di Ibu Kota Jakarta, Sabtu (27/3) malam.

Dari pantauan, di empat lokasi utama sebagai pusat penyelenggaraan aksi global `padam lampu` itu (kawasan Monas, Jalan Thamrin, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Sudirman), masih banyak gedung serta kompleks yang terang benderang, karena tidak mematikan listrik pada pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

"Agaknya masih perlu sosialisasi lebih gencar lagi, sehingga mayoritas warga ibu kota, bisa memahami dan melaksanakannya," kata  seorang pengamat lingkungan, Adlin Lumempouw.

Earth Hour merupakan kampanye global WWF (World Wide Fund) untuk menekan laju perubahan iklim. Semua komponen masyarakat baik individu, pelaku bisnis dan pemerintah diimbau untuk memadamkan lampu selama satu jam pada Sabtu, 27 Maret 2010 pukul 20.30-21.30 (waktu setempat).

Sementara itu, Herdy Togas, politisi dari Partai Demokrat menilai, pemadaman lampu seyogianya jangan dilakukan pukul rata, sehingga bisa menimbulkan hal-hal kurang baik.

"Seperti misalnya di jalur tertentu yang rawan kejahatan, atau tempat-tempat pemberhentian bus, mestinya tidak dilakukan pemadaman lampu," ujarnya.

Emisi Rumah Kaca

Aksi global `padam lampu` yang untuk ke-5 kalinya berlangsung secara internasional ini, baru untuk tahun kedua dicanangkan di Indonesia.

"Karena itu, `Earth Hour` di Indonesia masih perlu sosialisasi lebih agresif, sehingga ada upaya signifikan memerangi emisi rumah kaca di negara kita," ujar Nia Pertiwi, salah satu anggota penyelenggara di Indonesia yang dipusatkan di kawasan Monas.

Ia mengharapkan, mulai tahun ini Indonesia bisa menjadi bagian dari satu miliar warga dunia merayakan `Earth Hour`, sebagai aksi nyata memerangi perubahan iklim global.

Kegiatan di kawasan Monas ini digelar bersama oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan WWF-Indonesia, dihadiri unsur Pemerintah Jakarta (selaku tuan rumah) serta para aktivis pencinta lingkungan hidup maupun kalangan pers. `

Earth Hour` 2010 yang dipusatkan di Taman Air Mancur Pesona Monas ini, diawali dengan sambutan Gubernur Jakarta, dilanjutkan dengan `switch off` atau mematikan lampu bersama untuk kawasan Monas, Thamrin, Gatot Subroto dan Sudirman selama satu jam, dimulai pukul 20.30 WIB.

Sesudah itu, panitia menggelar hiburan musik akustik, di tengah suasana alam yang semakin gelap disertai hujan gerimis.

Diikuti 4.000 Kota

Pihak perwakilan WWF-Indonesia sendiri pada kesempatan itu menyatakan, lebih dari 4000 kota di 125 negara berpartisipasi dalam aksi global mematikan lampu selama satu jam untuk `Earth Hour` sebagai aksi bersama kurangi laju perubahan iklim pada malam hari ini.

Penggagas dan Direktur Eksekutif `Earth Hour` WWF, Andy Ridley dalam siaran persnya juga mengungkapkan, `Earth Hour` 2010 ini berkembang dengan partisipasi yang lebih banyak dari seluruh penjuru dunia.

"Ketika `Earth Hour` dimulai di Sydney pada 2007, kami tidak pernah bermimpi akan berkembang seperti sekarang. Itu terjadi dari Rio de Janeiro hingga perbukitan Los Angeles, 56 ibukota negara dan delapan dari 10 kota metropolitan paling padat di dunia, akan bergabung dalam momen perayaan sekaligus kontemplasi dengan melakukan satu hal kecil yang lintas batas, lintas generasi, dan lintas kepentingan," tuturnya.

Umat manusia di dunia tahu, lanjutnya, sekarang saatnya untuk bertindak, karena planet ini tidak bisa menunggu. `

Earth Hour` 2010, menurutnya, telah dimulai beberapa jam yang lalu di Samoa dan pulau kecil Chatham dengan 600 orang telah bergabung dengan tujuh kota megapolitan dunia, yaitu Shanghai, Mumbai, Beijing, Sao Paulo, Seoul, Moskow dan New Delhi.

"`Earth Hour` menyediakan sebuah gerakan global dari jutaan manusia untuk menyuarakan perhatian mereka pada efek berbahaya dari perubahan iklim," kata Dirut WWF James Leape.

Di Indonesia, pelaksanaan `Earth Hour` 2010 dipusatkan di Kawasan Monas, Jakarta, menghadap ke Taman Air Mancur Pesona Monas, dipimpin langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai tuan rumah aksi `Earth Hour` Jakarta.(ant/waa)