| Jumlah Kasus HIV/AIDS di Maluku Capai Ratusan |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Kamis, 15 April 2010 |
|
Penyebaran virus HIV/AIDS tertinggi di Kota Ambon yang mencapai 635 kasus, kata Sjamsuddin Azis di Ambon, Kamis (15/4). "Di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) tercatat 98 kasus, Aru 73 kasus, Maluku Tengah (Malteng) 59 kasus, Maluku Tenggara Barat (MTB) 41 kasus, Seram Bagian Barat (SBB) 31 kasus, Seram Bagian Timur (SBT) 13 kasus dan Buru 12 kasus," katanya di Ambon. Ia mengatakan, virus HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan seks bebas (tanpa pengaman), penggunaan narkoba suntik (penasun), hubungan seks sejenis (homoseks) dan perinatal. "Penularan virus HIV/AIDS tertinggi melalui hubungan seks tanpa pengaman sebesar 53 persen, penasun 39 persen dan homoseks dan perinatal masing-masing empat persen," katanya. Sementara itu bila diklasifikasi menurut jenis kelamin, maka pria menempati posisi teratas dengan presentase 62 persen dan wanita 38 persen. Berdasarkan kelompok umur, usia produktif 15 - 39 tahun merupakan kelompok penyebar tertinggi, yakni 81 persen, usia 40 - 60 tahun 16 persen dan nol sampai 14 tahun tiga persen. Sementara berdasarkan kewarganegaraan, warga negara asing (WNA) hanya tujuh persen, sedangkan warga negara Indonesia (WNI) 93 persen. Ia mengatakan, penyebaran HIV/AIDS di Maluku dimulai pada tahun 1994 di Kota Tual, ditularkan oleh seorang anak buah kapal (ABK) kewarganegaraan asing (WNA). Infeksi tersebut menyebar menjadi tiga kasus sekaligus. "Penederita HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kota Tual pada tahun 1994 sebanyak tiga kasus, yakni satu HIV dan dua AIDS. Penyebarannya meningkat menjadi 19 kasus pada 1997. Namun pada 1998 - 1999 sempat stagnan dan kembali meningkat sejak 2001 hingga kini," katanya Menurut dia, pada tahun 2007 - 2008, rata-rata setiap minggu ditemukan empat kasus baru HIV/AIDS dan penularannya telah menyebar di semua kabupaten/kota di Maluku. "WHO memprediksi, jika ditemukan satu kasus HIV positif, berarti masih ada 100 kasus yang tersembunyi," katanya. Dia mengungkapkan, untuk menahan laju penularan HIV/AIDS di Maluku, pemerintah setempat giat melakukan tindakan pencegahan juga KPA kabupaten/kota melalui sosialisasi, penyuluhan dan pengambilan sampel darah kepada kelompok-kelompok yang merupakan populasi kunci dari penyebaran virus tersebut, yakni Wanita Pekerja Seks. Selain itu, organisasi kewanitaan juga dilibatkan dalam sosialisasi tersebut. "Hasilnya, terjadi penurunan jumlah infeksi dari 202 kasus pada 2008 menjadi 192 pada 2009. Meskipun angkanya tidak banyak berkurang, tetapi yang terpenting ada penurunan," katanya.(ant/yan) |

Ambon - Jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Maluku mencapai 962 kasus pada 2009, terdiri atas 523 kasus HIV dan 439 kasus AIDS, kata Sekretaris I Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) setempat Sjamsuddin Azis.
Mozilla Firefox