UKM dan Koperasi di Bengkulu Mati Suri
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 27 April 2010

Bengkulu - Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamudin menilai, usaha menengah kecil (UKM) dan Koperasi di daerah ini mati suri, karena tidak bisa menggerakan perekonomain di tingakt desa.

Dengan demikian seluruh manajemen perlu dirombak termasuk tenaga pengelola, sehingga keberadaan UKM dan koperasi dapat berjalan sesuai misi yakni meningkatkan perekonomian masyarakat, kata gubernur di Bengkulu, Selasa (27/4).

"Sebagai langkah awal saya sudah perintahkan dinas terkait untuk membentuk tim kerja, nantinya tim tersebut mendata seluruh usaha kecil sekaligus potensi dan kendalanya," katanya.

Setelah mendata tim tersebut akan melihat secara rinci permasalahan yang dihadapi, dan dicarikan jalan keluarnya, jika memang terkendala dengan manajemen maka akan diberikan pelatihan manjerial, begitu juga bila terkendala modal cepat dibantu.

Di Provinsi Bengkulu saat ini ada 1.300 desa, masing-masing terdapat UKM dan Koperasi, tapi UKM dan Koperasinya akan diseleksi secara keseluruhan.

Baik potensi maupun bidang usaha yang sudah dijalankan, jika memang bidang usaha tersebut tidak bisa dilakukan pembinaan lagi maka akan ditutup atau digabungkan.

Menurut Gubernur, pemerintah akan membantu permodalan dan pembinaan untuk UKM di setiap desa sebanyak 1.342 desa di Provinsi Bengkulu, melalui pembinaan pelatihan wira usaha, pengemasan produk, pemasaran dan manajerial serta pembukuan UKM.

Pengusaha kecil dan menengah bila dibina bisa menjadi cikal bakal pengusaha besar dan sebelum menjadi besar badan usaha tersebut dipupuk menjadi sehat.

Setelah itu dinaikkan statusnya dari level biasa hingga menengah dan atas, perlakuan tersebut merupakan salah satu penghargaan untuk memotivasi badan usaha agar bekerja lebih giat.

"Saya yakin usaha kecil tersebut merupakan cika-bakal dari perusahaan besar, karena tidak ada satupun perusahaan yang tiba-tiba menjadi besar tanpa melewati proses merintis terlebih dulu," katanya.

Target UKM di Bengkulu naik kelas seperti di Kabupaten daerah maju (Jemberana) pemberdayaan ekonominya melalui UKM. Sementara Bengkulu sudah punya modal yakni bank Bengkulu sebagai BUMD yang wajib mendukung UKM di pedesaan, pungkasnya.(ant/yan)