| Gesang Sudah Menyatu dengan Masyarakat Jepang |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Jumat, 21 May 2010 |
|
"Untuk itu, kami sempatkan datang di rumah duka di Kota Solo, untuk memberikan penghormatan yang terakhir terhadap almarhum Gesang," kata Shiojiri saat melayat jenazah sang Maestro Keroncong Gesang Martohartono (92), di Solo, Jumat (21/5). Dubes Jepang yang hadir di rumah Duka, Jl Bedoyo No.5 Kemlayan, Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 08.00 WIB langsung mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum dan kemudian memberikan penghormatan di ruang jenazah. Shiojiri mengatakan, pihaknya atas nama masyarakat Jepang merasa kehilangan tokoh seniman besar asal Solo itu, karena lagu "Bengawan Solo" sudah menyatu dengan warganya. Menurut dia, lagu yang diciptakan Gesang terutama Bengawan Solo sangat dicintai oleh masyarakat Jepang, karena dalam liriknya menggambarkan keramahan rakyat Indonesia terhadap masyarakat Jepang. "Lagu itu, masyarakat Jepang merasa dekat dengan masyarakat Indonesia sehingga menambah mempererat hubungan kedua negara," katanya. Oleh karena itu, Shiojiri menyempatkan diri hadir ke rumah duka untuk ikut bela sungkawa dan mengucapkan terima kasihnya terhadap almarhum dan dan keluarga yang ditinggalkan atas jasa-jasanya. Kendati demikian, Shiojiri mengharapkan dengan meninggalnya Gesang justru akan menambah erat hubungan antara masyarakat Jepang dan Indonesia terutama dibidang seni budaya keduanya. "Saya kecewa belum pernah ketemu seorang tokoh seniman seperti Gesang ini. Karena itu, saya sempatkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir," katanya. Sementara ratusan pelayat, sanak keluarga besar Gesang, warga sekitar, sejumlah para tamu baik pejabat di lingkungan pemerintahan Jawa Tengah, Kota Surakarta, pusat, dan sejumlah seniman hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Selain itu, ratusan karangan bunga juga menghiasi sejumlah sudut rumah duka di antaranya dari Presiden RI, Wakil Presiden, sejumlah menteri, pejabat negara lainnya, dan sejumlah artis seperti Titik Puspa. Jenazah Gesang diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB menuju ke Pendapi Gede Pemerintah Kota Surakarta dan kemudian langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pracimalaya, Makam Haji Surakarta.(ant/yan) |

Solo - Duta Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Kojiro Shiojiri, mengatakan, nama Gesang dengan lagu ciptaannya, "Bengawan Solo", sudah menyatu dengan masyarakat Jepang.
Mozilla Firefox