Gesang si Maestro Keroncong Meninggal Dunia
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 21 May 2010

gesangSolo - Maestro keroncong Gesang Martohartono meninggal dunia pada usia 92 tahun di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (20/05) sekitar pukul 18.10 WIB. Jenazah Gesang Martohartono rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pracimalaya, Makam Haji Surakarta, Jum'at, (21/5).

Tim dokter Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Solo menyatakan Gesang menderita penyakit jantung koroner.

"Gesang selama menjalani perawatan di RS PKU Solo ditangani lima dokter spesialis. Pasien Gesang diketahui menderita penyakit jantung koroner," kata anggota tim dokter yang menangani Gesang, dokter spesialis jantung Trisula Wasyanto di RS PKU Solo, Kamis (20/05).

Menurut dokter, Gesang sebelum meninggal dunia pada Kamis (20/5) sore pukul 18.10 WIB mengalami sesak napas karena ada lendir yang menutup saluran pernapasan.

Setelah itu, tim dokter yang menangani pasien seniman besar asal Solo tersebut, dan berupaya melakukan fisioterapi untuk mengeluarkan lendir yang menyumbat agar saluran pernapasan kembali lancar.

Namun, lanjut Trisula, karena Gesang lanjut usai sehingga kondisi jantungnya terganggu. "Pada dinding depan bagian jantung beliau mengalami gangguan sehingga kesehatanya terus menurun," katanya.

Tim dokter yang menangani Gesang selama perawatan di rumah sakit tersebut, yakni dokter ahli penyakt dalam dr. Suryo Aribowo, Prof.dr. Suradi (ahli paru), dr. Suharto (ahli urologi), dr. Anik Rusnani (ahli syaraf), dan dr. Trisula Wasyanto (ahli jantung).

Menurut dr. Suradi, Gesang sebelumnya masuk rumah sakit menderita prostat dan diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan. "Beliau kemudian kembali masuk lagi ke rumah sakit karena tidak mau makan sehingga kesehatannya melemah," ujarnya.

Setelah itu, kata dr. Suradi, kesehatan kembali membaik dan kemudian diperbolehkan pulang. Pada tanggal 12 Mei 2010, Gesang kembali masuk rumah sakit menjalani perawatabn di Ruang Firdaus RS PKU Solo.

Gesang pada tanggal 16 Mei kondisi kesehatannya memburuk dan kesadarannya mulai menurun dan kemudian dimasukan dalam ruang ICU.

Namun, kata dia, pada tanggal 17 Mei kesehatannya kembali stabil, dan tim dokter terus melakukan evaluasi lebih lanjut terkait perkembangannya.

"Gesang kesehatan mulai memburuk Kamis (20/5) siang, dan terjadi gangguan pernapasan sehingga mengalami sesak napas, kemudian diikuti jantung melemah," katanya.

Dokter Suradi menjelaskan Gesang meskipun usianya 92 tahun mempunyai ketahanan fisik yang bagus. "Beliau masih bisa komunikasi meski tersendat-sendat," katanya.

Namun, maestro keroncong asal Solo itu, akhirnya meninggal dunia pada Kamis Pon (20/5) sekitar pukul 18.10 WIB.(ant/waa)