| Mendarat Darurat, Mesin Batavia Meledak Dua Kali |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Jumat, 16 Juli 2010 |
|
Informasi yang dihimpun menyebutkan pesawat Batavia jenis Airbus A320 dengan nomor penerbangan BTV 562 rute Pekanbaru-Jakarta itu berangkat pukul 18.55 WIB dari Pekanbaru. Warga yang tinggal di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II mengatakan sempat mendengar suara ledakan dua kali dari pesawat yang melintas di atas rumah mereka. "Tadi saya mendengar dari pesawat itu dua kali ledakan dan pesawat itu sempat mutar-mutar sekitar satu jam di atas rumah kami," ujar Ubay (21), warga Jalan Kartama, Pekanbaru ketika menyaksikan pendaratan darurat pesawat. Sejumlah penumpang pesawat Batavia Air juga mengaku sempat mendengar ledakan dua kali pada mesin bagian kiri sayap pesawat. "Semua penumpang panik ketika dua ledakan terjadi secara berturut-turut pada mesin sebelah kiri pesawat," ujar Hj Andranita (47), salah seorang penumpang pesawat darurat Batavia Air yang mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis malam. Dia menjelaskan, ledakan mesin pesawat yang terjadi dua kali di udara beberapa saat setelah pesawat lepas landas dengan jarak yang hampir berdekatan itu membuat para penumpang panik dengan tetap memakai sabuk pengaman. Suara jeritan histeris penumpang pun langsung terdengar di dalam pesawat yang membawa penumpang sebanyak 186 orang dari Pekanbaru menuju Jakarta dengan nomor penerbangan BTV 562 itu. Namun pilot pesawat Captain Muhammad Arfan tidak langsung mendaratkan kembali pesawat, melainkan terbang memutar (holding) di wilayah udara Kota Pekanbaru dengan alasan ingin membuang avtur atau bahan bakar pesawat. "Pilot bilang dia mau membuang avtur dulu di udara dan kondisi itu membuat penumpang panik. Padahal ketika pesawat itu lepas landas para penumpang telah merasakan kondisi oleng atau tidak seimbang," jelasnya. Kemudian, pihak Bandara Sultan Syarif Kasim II menyiapkan pendaratan darurat dengan menghidupkan lampu landasan pacu bewarna merah dan biru serta menyiapkan mobil pemadam kebakaran. Sekitar pukul 20.30 WIB pesawat yang dipiloti Captain Muhammad Arfan dan co pilot Dias Pratama itu mendarat darurat di landasan pacu dengan posisi mengerem dan mesin dimatikan. Pukul 20.45 WIB setelah pesawat berhenti dengan kondisi mesin pesawat yang telah mati, kemudian mobil menarik pesawat yang terhenti di ujung landasan pacu. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, namun penumpang terlihat trauma dan histeris ketika turun dari pesawat dan memasuki ruang keberangkatan internasional.Namun sayangnya tidak satu pun petugas Batavia yang mengarahkan para penumpang menuju ruang terminal atau memberikan bantuan kepada penumpang yang masih trauma. "Kita hanya dibiarkan saja oleh petugas Batavia, sedangkan para petugas bandara hanya melihat kita dari kejauhan. Padahal kondisi penumpang menderita trauma yang sangat mendalam," jelasnya. Pihaknya Batavia Air di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sendiri tidak bersedia memberikan keterangn resmi kepada wartawan.(ant/waa) |

Pekanbaru - Pesawat Batavia Air terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Kamis (15/07) malam.
Mozilla Firefox