| Tim Gabungan Diterjunkan Atasi KLB Rabies Maluku |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
"Mereka telah diterjunkan ke lokasi untuk mengeliminasi wabah rabies akibat gigitan anjing gila yang terjadi sejak 5 Agustus 2010," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Maluku Jasmin Badjak di Ambon, Rabu (25/8). Dia mengatakan, tim gabungan yang diterjunkan itu masing-masing dua orang dari Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan, Laboratorium Tipe Peternakan Dinas Pertanian Maluku, tim zoonosis Departemen Kesehatan, pejabat Dinas Kesehatan Maluku serta seorang tenaga karantina hewan Maluku. Dia mengakui, laporan kasus gigitan anjing yang terindikasi menderita penyakit rabies baru diketahui 27 Juli 2010 padahal kasus penyakit ini sudah memakan banyak korban jiwa. "Kasusnya terlambat diketahui dan baru dilaporkan pada 27 Juli, padahal kasus gigitan anjing pertama sudah terjadi hampir sebulan dan sudah ada korban meninggal dan terlambat ditangani," katanya. Berdasarkan pemeriksaan tim gabungan di lapangan diperoleh indikasi kasus rabies itu telah menyebar dan setelah dilakukan diagnosa terhadap delapan ekor anjing, satu di antaranya positif menderita rabies. "Berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosa lanjutan itu kemudian dilakukan eliminasi terhadap anjing yang terindikasi kuat menderita rabies. Dalam seminggu saja 116 ekor anjing peliharaan warga Larat yang menderita rabies telah dimusnahkan," katanya. Hasil pemeriksaan tim teknis itu kemudian ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya instruksi Bupati MTB Bito Temar yang memberikan kewenangan kepada tim gabungan serta petugas peternakan dan kesehatan setempat untuk melakukan eliminasi terhadap seluruh anjing di kabupaten itu yang terindikasi terjangkit penyakit rabies. Bupati juga menginstruksikan masyarakat untuk mengikat dan mengurung hewan peliharaannya terutama anjing, kera dan kucing serta bersedia untuk divaksinasi. Jasmin Batjak menambahkan, sedikitnya 611 ekor anjing dari total populasi di Larat sebanyak 3.000-an ekor berhasil dieliminasi selama hampir tiga minggu terakhir. Sedangkan total populasi anjing yang terdapat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebanyak 27.000-an ekor. Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan MTB dr. Theo Resiloy secara terpisah mengatakan, sedikitnya 357 warga Larat digigit anjing yang teridentifikasi terkena rabies, sebanyak 19 di antaranya meninggal dunia. "Korban meninggal dunia karena terlambat mendapat pertolongan medis," katanya seraya menambahkan beberapa warga dirujuk ke RSUD dr. M. Haulussy Ambon untuk mendapatkan pertolongan. Dia menambahkan, wabah penyakit rabies di Kecamatan Tanimbar Utara berawal dari seorang wanita tua yang membawa anjing jenis Peking dari Kota Ambon, Desember 2009. Anjing Peking ini kemudian menularkan virus kepada anjing lainnya melalui gigitan dan akhirnya menyebar pada manusia, namun awalnya warga setempat yang masih mempercayai dunia mistik tidak yakin kalau kebanyakan korban tewas adalah penderita rabies.(ant/yan) |

Ambon - Tim gabungan dari berbagai unsur diterjunkan untuk mengatasi kasus kejadian luar biasa (KLB) rabies yang telah menewaskan 19 warga Desa Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
Mozilla Firefox