| Tenun Ikat Klungkung Mati Suri Pasca Bom Bali |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Sabtu, 28 Agustus 2010 |
|
"Kondisi itu dialami perajin tenun hingga sekarang sehingga banyak peralatan tenun tradisional itu mangkrak dan perajin umumnya kembali menjadi tukang tebas padi di sawah atau pedagang canang," kata Nyoman Suri, perajin asal Kabupaten Klungkung Sabtu (28/8). Ia bersama belasan rekan sekampungnya semula memproduksi tenun ikat sejenis stagen dan anteng ukuran kecil untuk keperluan masyarakat ke pura, namun akibat tidak ada pembeli hampir semuanya macet. "Kami membeli benang bahan baku harganya mahal, setelah ditenun dan menjadi barang dagangan tidak ada yang membeli. Kalau dititipkan ke toko atau ke pengepul baru dibayar setelah barang itu laku terjual," tutur Nyoman Suri. Kondisi perdagangan songket atau hasil tenun ikat dari perajin kecil seperti itu menyebabkan belasan perajin yang terdiri atas ibu rumah tangga menjadi gulung tikar, akibat tidak ada modal dan pemasarannya seret. Kain tenun ikat khas Bali yang dibuat secara tradisional memiliki berbagai motif, teknik tenun maupun kualitas bahannya sangat tergantung pesanan calon konsumennya, dan harganya juga bervariasi sesuasi kualitas bahan bakunya. Berkurangnya tenaga terampil dibidang tenun ikat di daerah ini, dikhawatirkan banyak hasil tenun ikat dari daerah lain di nusantara masuk untuk dipasarkan di Pulau Dewata untuk memenuhi permintaan konsumen dalam dan luar negeri. Bali tercatat sebagai pengekspor kain tenun yang setiap tahunnya menghasilkan devisa sekitar enam juta dollar, dan kain tenunan itu tidak sepenuhnya produksi perajin Bali, tetapi juga hasil tenunan daerah lainnya di Indonesia. Bank Indonesia Denpasar mencatat devisa dari ekspor kain tenun selama Januari hingga Mei 2010 sebanyak 2,8 juta dollar AS, sedangkan selama 2009 mencapai 6,8 juta dollar dengan tujuan utama ke Eropa, seperti Italia, Belanda dan Inggeris.(ant/yan) |

Denpasar - Sejak terjadinya bom Bali di kawasan wisata internasional Kuta, pada 2002 lalu, usaha tenun ikat di sejumlah daerah di Kabupaten Klungkung, Bali, kini dalam kondisi mati suri.
Mozilla Firefox