| Puluhan Warga Banten Meninggal Akibat HIV/AIDS |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 30 November 2010 |
|
Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Banten, Arief Mulyawan, saat dihubungi di Lebak, Selasa (30/11), mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV/AIDS di Banten terus meningkat, sehingga masyarakat perlu melakukan tindakan pencegahan dini. Penyebaran penyakit tersebut dikhawatirkan mengancam generasi muda, karena sebagian besar penderita kalangan usia remaja, katanya. Kasus penularan penyakit HIV/AIDS akibat hubungan seks bebas lawan jenis maupun kelainan seks. Selain itu juga melalui jarum suntik para pengguna narkotika, karena mereka lebih cepat menularkan pada orang lain, termasuk istri menjadi korban. Bahkan, sebanyak 10 ibu rumah tangga di Banten dinyatakan positif mengidap penderita HIV/AIDS, katanya. "Mereka adalah ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya yang diperkirakan melakukan hubungan seks bebas dan pecandu narkotika," katanya. Untuk itu, upaya pencegahan penyakit yang mematikan tersebut tentu harus melibatkan semua komponan, termasuk pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, pers, dan organisasi kemasyarakatan. Sebab penyakit HIV/AIDS hingga kini belum ditemukan obatnya. "Kami saat ini hanya bisa melayani para penderita saja," katanya. Diprediksi, jumlah penderita HIV/AIDS di Banten terus meningkat termasuk Kabupaten Lebak dan Pandeglang, karena tidak semua penderita bersedia melaporkan kasusnya. "Angka estimasi penderita HIV/AIDS di Banten mencapai 6.000 kasus," katanya. Saat ini, kata dia, Banten merupakan daerah rawan peredaraan narkoba dan prostitusi terselubung sehingga sangat berpotensi penyebaran virus HIV/AIDS. "Saya terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran penyakit HIV/AIDS dengan cara sosialisasi kepada pelajar dan memberikan pelayanan kesehatan," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman, mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2010 tercatat 45 orang dan tujuh orang di antaranya meninggal dunia. "Kami terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS," katanya. Ia menambahkan, sosialisasi pencegahan penyakit ini terus digencarkan termasuk di sekolah-sekolah karena terbukti usia remaja sangat rentan tertular penyakit ini.(ant/yan) |

Lebak - Sebanyak 92 dari 1.800 penderita HIV/AIDS di Provinsi Banten meninggal dunia hingga September 2010.
Mozilla Firefox