Bisnis Aksesoris Janjikan Keuntungan Tinggi
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 24 Desember 2010

Yogyakarta - Bisnis aksesoris di Yogyakarta mempunyai prospek yang bagus dan menjanjikan karena berbisnis seperti ini kondisi pasaran tidak pernah sepi dan keutungan yang diperoleh sangat tinggi.

"Prospek bisnis aksesoris ini menjanjikan dengan jumlah pembeli dan kondisi pasar yang tidak pernah sepi dan tidak kenal musim sangat menjanjikan sehingga keuntungan yang diperoleh dapat maksimal," kata pengusaha aksesoris di Kawasan Malioboro Kota Yogyakarta, Rini Kiswanti, Jumat (24/12).

Ia mengatakan, sejak tiga tahun yang lalu dirinya menggeluti bisnis aksesoris ini dan hingga saat ini telah mampu mempunyai cabang di lima titik di kota Yogyakarta.

"Hanya dengan bermodal awal sekitar Rp5 juta, hingga saat ini kami mampu berjualan berbagai macam aksesoris," katanya.

Menurutnya, pangsa pasar bisnis aksesoris ini tidak susah, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua menggemari aksesoris dan mayoritas adalah wanita karena aksesoris identik dengan wanita.

Ia juga mengatakan, bisnis asesoris ini `tidak ada matinya` kapan pun, selalu ramai, tidak menunggu masa-masa liburan, hari biasa kondisi pembeli selalu ramai dan pada hari libur omzet penjualan cenderung meningkat tajam.

"Pada masa liburan menjelang perayaan Natal tahun ini omzet penjualan mencapai sekitar 100 persen. Pada hari biasa juga tetap ramai tetapi hanya mencapai sekitar 30 persen," katanya.

Sejauh ini, hampir semua barang aksesoris yang diperjualbelikan banyak diminati masyarakat di antaranya bross, hiasan rambut, gantungan kunci dan gelang tangan, katanya.

"Harganya mulai dari Rp1.000 hingga Rp 150.000/biji. Kalau untuk bross disesuikan dengan bahan baku pembuatannya, semakin bagus bahan bakunya, maka harganya semakin mahal. Dalam satu hari kami mampu menjual sekitar 20 buah aksesoris per item, misalnya dalam satu hari sekitar 20 bros laku terjual, begitu pula dengan gelang tangan dan aksesoris lainnya," katanya.

Barang-barang aksesoris tersebut, kata dia, diperoleh dan dipesan dari Bandung, Jawa Barat, pembelian dan pengiriman barangnya dilakukan setiap dua bulan sekali. "Kami membelinya per kilo, biasanya setiap kali pengiriman, jumlahnya sekitar 10 kilogram per aksesoris," katanya.

Menurut dia, sejauh ini keuntungan yang diperoleh dari berbisnis aksesoris ini dapat menggembalikan modal awal. "Resiko berbisnis aksesoris ini pun sangat minim ," katanya.(ant/yan)