| Banjir Sampang Masih Liburkan Sekolah |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 04 Januari 2011 |
|
Sampang - Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah lembaga pendidikan di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga kini masih diliburkan akibat banjir yang melanda wilayah itu sejak Minggu (2/1) kemarin. "Hari ini kegiatan belajar mengajar belum bisa dilaksanakan karena ruang kelas masih kotor, penuh dengan lumpur akibat banjir," kata Kepala SMP Negeri 2 Sampang Didik Darmaji, Selasa (4/1). SMP Negeri 2 Sampang yang ini salah satu lembaga pendidikan di wilayah Kota Sampang yang terkena banjir akibat luapan sungai Kalikemuning. Menurut Didik, semua siswa yang masuk sekolah mulai dari kelas I, II dan kelas III terpaksa harus bekerja bakti membersihkan ruang kelas mereka yang panuh dengan lumpur banjir akibat luapan sungai Kalikemuning tersebut. Tidak hanya di SMP Negeri 2, sejumlah lembaga pendidikan terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kota Sampang, juga belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Seperti di SDN Rongtengah I, II, SDN Dalpenang I,II Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan SMP Darus Sahid. Di lembaga pendidikan yang terletak di naungan pondok pesantren asuhan KH Fahrurrosi ini juga terpaksa diliburkan, karena banjir menggenangi ruang kelas, dan penuh dengan lumpur. Kepala SMP Negeri 2 Sampang Didik Darmaji menjelaskan, kemungkinan kegiatan belajar mengajar masih akan digelar Rabu (5/1) karena semua sekolah yang terkena banjir masih melakukan kerja bakti. "Semua sekolah yang terkena banjir hari ini masih melakukan kerja bakti bersih-bersih ruang kelas," katanya menjelaskan. Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Kota Sampang ini sejak Minggu (2/1) pagi, akibat luapan sungai Kalikemuning yang tidak mampu menampung debit air setelah terjadi hujan lebat sejak Sabtu (1/1). Semula, wilayah tergenang banjir akibat luapan sungai Kalikemuning tersebut hanya tiga desa, yakni Desa Panggung, Pasean, Desa Gunung Madda. Namun pada Minggu (2/1) sore genangan air kian meluas, hingga memasuki jantung kota di sekitar monumen Kota Sampang. Banjir di wilayah Kota Bahari, Sampang ini sudah sering kali terjadi. Terakhir, banjir terjadi pada pertengahan bulan Desember 2010 dan mengakibatkan tidak kurang dari 1.000 rumah di wilayah Kecamatan Kota tergenang banjir. Ketika itu, banjir kedua sepanjang Desember 2010 itu terjadi selama dua hari. Pada bulan yang sama banjir juga terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Kota Sampang dan menggenangi tiga desa, seperti yang terjadi Minggu (2/1). Selain menggenangi rumah warga, sejumlah lembaga pendidikan juga terlihat tergenang banjir, termasuk tanaman padi penduduk di Desa Panggung dan Desa Pasean. Banjir yang terjadi Minggu (2/1) merupakan yang pertama di wilayah Kabupaten Sampang pada 2011 ini. Pada 2010 banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Kota Sampang yang dikenal dengan Kota Bahari ini tercatat sebanyak 20 kali kejadian dengan intensitas ringan, sedang, hingga parah.(ant/yan) |

Mozilla Firefox