Banjir Liburkan Dua Sekolah Sambas
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Rabu, 12 Januari 2011

banjirPontianak - Banjir memaksa dua sekolah di Desa Pimpinan, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat meliburkan aktivitas belajar mengajar karena ruang belajar terendam banjir hingga satu meter.

"Kami mulai hari ini terpaksa meliburkan aktivitas belajar dan mengajar karena ruang belajar siswa terendam air sejak Selasa malam hingga setinggi 50 centimeter," kata Staf Tata Usaha SMPN 3 Pimpinan, Ridwan ketika dihubungi Rabu (12/1).

Ridwan menjelaskan, kejadian serupa hampir setiap tahun sehingga sangat mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di SMPN 3 tersebut. Selain SMPN 3, sekolah lain yang juga meliburkan siswanya, yakni Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pimpinan.

Masih menurut Ridwan, untuk tahun ini banjir yang merendam Desa Pimpinan sudah lebih dari tiga kali.

"Kalau sudah banjir gedung sekolah ini pasti ikut terendam karena selain struktur tanahnya yang rendah, pondasi bawah gedung sekolah juga rendah," katanya.

Staf Tata Usaha itu menyatakan, dihentikannya aktivitas belajar dan mengajar di SMPN 3 Pimpinan hingga air yang menggenangi ruang belajar surut.

Sementara itu, Staf Tata Usaha SMAN 2 Pimpinan Mancen menyatakan serupa, banjir yang melanda desa itu juga ikut merendam gedung SMA tersebut.

"Kami malah sudah tiga hari ini tidak bisa menyelenggarakan aktivitas belajar karena ruang belajar terendam hingga setinggi satu meter," ujarnya.

Selain merendam dua gedung sekolah, puluhan rumah di desa itu juga ikut terendam dengan ketinggian bervariasi.

Kepala Desa Pimpinan Andes menyatakan, banjir yang terjadi di desa itu sudah rutin terjadi apabila memasuki musim penghujan.

"Sudah puluhan tahun Desa Pimpinan selalu langganan banjir apabila memasuki musim penghujan meskipun sarana pengairannya sudah dibenahi pemerintah," ujarnya.

Mengenai ruang belajar SMPN 3 dan SMAN 2 yang selalu terendam apabila memasuki musim penghujan, ia menyalahkan struktur bangunan yang tidak menyesuaikan lingkungan sekitar.

Menurut dia, seharusnya pondasi bawah gedung kedua sekolah itu dibangun seperti rumah panggung minimal setinggi satu meter agar tidak mudah terendam air.

"Tetapi pondasi bawah gedung kedua sekolah itu malah hanya setinggi 30 centimeter, sehingga sewaktu air pasang saja sudah terendam," kata Kades Pimpinan.(ant/waa)