| Jelang Imlek Lampion Nanas Diburu Warga |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Kamis, 27 Januari 2011 |
|
Pekanbaru - Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2562 pada 3 Februari mendatang, sejumlah pernak-pernik diburu pembeli salah satunya lampion nanas yang diburu warga keturunan Tionghoa di Pekanbaru. Salah seorang pembeli, Samin (45), mengatakan dirinya memburu lampion nanas dikarenakan pada tahun ini merupakan tahun kelinci emas. "Lagipula bagi warga Tiongha, nanas dianggap sebagai Wang Lai, artinya raja datang yang membawa banyak rezeki. Kita berharap tahun depan akan semakin banyak rezeki yang datang," ujarnya di Pekanbaru, KamisĀ (27/1). Lampion ini nantinya, akan menghiasi perkarangan rumahnya. Menurut dia, hal ini biasa dilakukan pada saat Imlek dimana ia membeli satu lusin lampion berbentuk nanas. Tak hanya lampion berbentuk nanas yang dibeli, tetapi juga pernak-pernik lainnya terutama yang berbentuk kelinci. "Yang paling terpenting adalah amplop angpao yang akan diberikan kepada keluarga dan sanak saudara yang datang ke rumah," katanya. Sementara itu, penjual pernak-pernik khas Imlek, Jenny mengatakan sejak sepekan yang lalu tokonya diserbu oleh pembeli. Mayoritas, menurut dia yang dibeli adalah pernak-pernik untuk perayaan Imlek. "Pembeli tak hanya dari Pekanbaru saja, tetapi dari daerah lain di Riau seperti Bengkalis, Rengat, Tembilahan, Pangkalan Kerinci dan Selat Panjang," ujar pemilik toko Bintang Terang ini. Ia mengatakan pernak-pernik yang dijual berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp150 ribu. Tergantung dari besar kecilnya aksesoris tersebut. Barang yang dijualnya tersebut, kata Jenny berasal dari Jakarta, Malaysia dan Singapura. "Saat ini barang yang tersisa hanya yang nampak saja. Kemungkinan besar kita tidak akan menambah stok, karena Imlek sudah dekat," katanya.(ant/yan) |

Mozilla Firefox