Limbah Plastik Perkuat Aspal Jalan
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 27 Januari 2011

Medan - Limbah plastik yang sulit terdegradasi atau hancur oleh tanah ternyata dapat berguna sebagai bahan penguat aspal hingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan jalan raya.

Guru Besar bidang Ilmu Kimia Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Thamrin, di Medan, Kamis (27/1), mengatakan, dewasa ini infrastruktur jalan raya di Indonesia masih merupakan masalah besar.

Karena sebahagian jalan raya tersebut perlu peremajaan atau perbaikan setiap tahunnya yang tentunya memerlukan dana tidak sedikit dari APBN setiap tahunnya. Oleh karena itu perlu dicari solusi untuk mengurangi pengeluaran tersebut.

Salah satu yang sangat memungkinkan untuk menghindari kerugian negara adalah dengan mengkaji ketahanan aspal yang tahan lama dan berkualitas.

Dia mengatakan, jika dilihat ketahanan jalan dari jalan raya yang dibuat, kadang kekuatannya hanya bertahan kurang dari satu tahun. Jika dipandang dari sudut sains kimia, kerusakan itu dapat akibat dari kurang kuatnya ikatan kimia antara aspal dan agregatnya.

Sehingga begitu mudah tererosi akibat kikisan air atau tidak tahannya beban yang begitu berat saat melintas diatas aspal jalan raya. Aspal dibuat dari distilat terakhir dari minyak bumi yang mengandung rantai karbon, oksigen dan hidrogen serta sedikit sulfur dan nitrogen.

Dari kandungan senyawa yang ada pada aspal, besar harapan aspal dapat diperkuat ketahananya melalui reaksi dengan bahan polimer sistesis maupun polimer alam.

Ia mengatakan, berdasarkan penelitian awal yang dilakukan dari pola kombinasi aspal dengan bahan plastik bekas, telah menunjukkan hasil yang sangat baik.

Yakni perlakuan blending menggunakan inisiator dicumil peroksida telah membuat bahan plastik bekas dapat membentuk gugus radikal yang membuat senyawa aspal mudah bereaksi dengan unsur polimer yang ada pada plastik bekas.

Untuk meningkatkan sistem mekanik dari aspal penambahan bahan crosslinker (bahan pembentuk jaringan) seperti Divinil Benzen telah menunjukkan kekuatan aspal ini berpuluh kali lipat.

Perlakuan secara kimia fisika membuat kedua komponen ini dapat bercampur secara sempurna serta bereaksi membentuk ikatan yang sangat kuat dengan bahan agregat seperti batu krikil dan pasir.

Analisis awal menunjukkan adanya spektroskopi serapan infra merah, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari bilangan karbonal dan bilangan hidroksi sebelum dan sesudah penambahan plastik bekas.

"Ini menujukkan adanya reaksi kimia maupun ikatan fisika yang terjadi antara ketiga matrik aspal, plastik bekas dan agregat pasir," katanya

Menurut dia, hal tersebut dapat memecahkan masalah limbah plastik yang sangat sukar terurai atau tergedradasi akan menjadi bahan yang dapat berguna sebagai bahan penguat aspal. Ini tentunya merupakan salah satu solusi untuk menghindari pemborosan dana APBN.

Apabila hasil penelitian ini dapat diaplikasikan menjadi industri aspal berbasis bahan polimer (bekas) maka akan terjadi penghematan anggaran yang siginifikan. Di sisi lain industri ini juga akan mampu menampung banyak tenaga kerja.(ant/yan)