Eksport Kerajinan Kayu Bali Turun 6,74 Persen
Nasional - Politik

Denpasar - Bali mengekspor hasil kerajinan dari bahan baku kayu senilai 72,43 juta dolar AS selama sebelas bulan periode Januari-November 2010, menurun 6,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 77,66 juta dolar AS.

"Perolehan devisa tersebut atas pengapaian berbagai jenis patung dalam berbagai bentuk dan ukuran hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin dan seniman Bali," kata Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu (30/1).

Ia mengatakan, perolehan devisa tersebut atas pengapalan 49.425.566 psc, meningkat 0,08 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 49.384.165 psc.

"Ekspor kerajinan kayu meningkat dari segi volume, namun menurun dari perolehan devisa itu sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, meskipun hasil kerajinan Bali tetap mendapat perhatian besar dari konsumen mancanegara," ujar Ketut Teneng.

Ia berharap, ke depan perolehan devisa dari hasil kerajinan berbahan baku kayu dapat meningkat, karena perajin berusaha meningkatkan mutu dan memperbanyak rancang bangun (desain) sesuai permintaan pasaran luar negeri.

Selain patung dan berbagai jenis cendera mata, Bali juga mengekspor pintu dan jendela dari bahan kayu dihiasi ukiran khas Bali memenuhi permintaan konsumen dari Perancis dan negara-negara lainnya.

Made Kertha, seorang seniman dan perajin dari Ubud secara rutin mengirim matadagangan pintu dan jendela berukir memenuhi permintaan mitra kerjanya di Perancis.

Perajin Bali cukup kreatif dalam membuat cendera mata yang unik dan menarik dari bahan baku kayu dalam ukuran kecil, sehingga harganya sangat terjangkau.

Perolehan devisa dari pengapalan kerajinan berbahan baku kayu itu di luar matadagangan yang dibeli langsung oleh wisatawan mancanegara saat pulang ke negaranya seusai berliburan di Pulau Dewata.

Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali membeli kenang-kenangan berupa hasil kerajinan sebagai oleh-oleh pulang ke negaranya.

Berkembangnya sektor pariwisata menurut Ketut Teneng memberikan dampak positif terhadap pemasaran hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang digeluti masyarakat hingga ke pelosok pedesaan.

Bali selama 2010 menerima kunjungan wisatawan mencapai tujuh juta orang, meningkat 1,17 juta orang atau 20,39 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,9 juta orang.

Mereka terdiri atas wisatawan nusantara 4,41 juta orang dan wisatawan mancanegara 2,49 juta orang. Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali, hampir 60 persen karena tertarik terhadap kekhasan adat dan budaya Bali yang dijiwai ajaran agama Hindu.

Kondisi itu berpengaruh terhadap pemasaran hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga, karena wisatawan dalam dan luar negeri itu membeli cendera mata sebagai oleh-oleh pulang ke daerah asalnya, tutur Ketut Teneng. (ant/kyr)