Warga Mengetahui Bangkai Kapal Sudah Lama
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News   
Selasa, 15 Maret 2011 17:33

Sumenep - Warga Desa Banmaleng, Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengetahui adanya bangkai kapal yang diduga kapal perang Belanda di perairan setempat sejak dulu, kata Kepala Desa Banmaleng, Moh. Rakib.

"Sebagian besar warga, termasuk saya mengetahui kabar adanya bangkai kapal itu sejak kecil berdasarkan cerita para orang tua kami. Bangkai kapal terebut, katanya milik orang Belanda," ujarnya melalui telepon, Selasa (15/3).

Sejumlah nelayan setempat, kata dia, memang sempat menyelam ke sekitar lokasi bangkai kapal tersebut.

"Namun, nelayan di desa kami tidak sampai masuk ke bangkai kapal tersebut. Mereka yang sempat menyelam itu bercerita kapal tersebut adalah kapal besi, bukan kapal dari kayu," paparnya.

Rakib juga mengemukakan, pada hari Senin (14/3), sejumlah staf Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, mendatangi lokasi tersebut didampingi pimpinan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep.

"Informasinya, bangkai kapal tersebut adalah kapal perang milik Belanda," katanya, menuturkan.

Kepala Disbudparpora Sumenep, M. Nasir menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya memang melaporkan adanya bangkai kapal tersebut kepada pimpinan Ditjen Sejarah dan Purbakala Kementerian Budaya dan Pariwisata.

"Atas laporan kami itu, pimpinan dan tiga staf ahli BP3 Trowulan meninjau lokasi bangkai kapal tersebut di Perairan Desa Banmaleng pada Senin (14/3). Bangkai kapal tersebut memang diduga dan diyakini sebagai kapal perang Belanda," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat, BP3 Trowulan bersama TNI-Angkatan Laut akan menurunkan tim untuk mengecek kembali bangkai kapal tersebut.

"Ada kemungkinan tim akan menggali pasir yang menimbun bangkai kapal supaya nantinya terlihat jelas," ucapnya.

Lokasi penemuan bangkai kapal tersebut di sebelah barat daya Pulau Giliraja dan jaraknya sekitar 800 meter dari bibir pantai pada kondisi air laut surut.

Sebagian bangkai kapal yang berada di dalam air dan tertimbun pasir itu terlihat, yakni bagian lambung dan anjungan yang terbuat dari besi.

Di bagian lambung terdapat tulisan panjang berbahasa Belanda, di antaranya "Maatschappy Voor Scheep En Werktuigbouw Fyenoord 455-456 1914 Rotterdam".(ant/yan)

 
Stay Slim and Healthy