| Presiden SBY Sampaikan Pidato Kenegaraan |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 16 Agustus 2011 |
|
Sidang bersama kali ini dipimpin Ketua DPD Irman Gusman, dan dibuka dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, diteruskan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan bangsa. Presiden SBY mengawali pidato kenegaraannya dengan mengatakan bahwa hari ini dan ke depan kemerdekaan harus dimaknai dalam esensinya yang paling dalam. "Kemerdekaan tidak hanya membebaskan kita dari ketertindasan, namun juga mendorong kita untuk bekerja lebih keras. Kemerdekaan bukan hanya peristiwa istimewa yang kita rayakan setiap tahunnya, namun juga untuk membuat kita bersatu menyelesaikan masalah-masalah besar bangsa dan negara," ujar Presiden SBY. Kemerdekaan, menurut SBY, tidak hanya meneguhkan kemandirian, namun juga sebuah ajakan untuk bersama dengan bangsa lain mendorong kerja sama dan kemitraan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. "Di atas semua itu, sesungguhnya kemerdekaan adalah sebuah jembatan untuk mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, makmur, unggul, dan bermartabat," Kepala Negara menjelaskan. Diakhir pidato, Presiden mengatakan bahwa di awal abad ini Indonesia berhasil menunjukan kepada dunia bahwa bangsa ini mampu berdiri tegak dan bersaing di pentas global. "Kita juga menunjukan pada dunia bahwa sesungguhnya demokrasi, modernitas, dan agama dapat berdampingan secara harmonis," Presiden menegaskan. Sejalan dengan itu, Indonesia mampu membuktikan berhasil mengikat ratusan suku bangsa yang mejemuk dalam sebuah persatuan yang kokoh berdasarkan prinsip Bhineka Tunggal Ika. "Walaupun tantangan dan ancaman terhadap pluralisme, toleransi, dan harmoni sosial ada di sekitar kita, kita tidak boleh bergeser dari keyakinan bahwa Indonesia adalah bangsa yang mampu hidup dalam kemajemukan," ujar Kepala Negara. Inilah saat untuk mempersatukan segala yang dimiliki demi sebuah negeri yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan.
"Inilah saatnya pula untuk berubah dari yang berfikir negatif menjadi lebih positif, dari yang pesimistis menjadi lebih optimistis, dan dari yang gamang menjadi lebih percaya diri," kata SBY. Presiden mengajak rakyat Indonesia untuk menggunakan kebebasan yang disediakan oleh demokrasi dengan mengutamakan keadaban, harmoni, toleransi dan ketertiban. Presiden SBY datang ke sidang ini didampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, serta Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono. Hadir pula sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden, seperti Presiden ke-3 BJ Habibie, Wapres ke-6 Try Sutrisno, dan Wapres ke-10 Jusuf Kalla. Dari pimpinan lembaga negara, hadir antara lain Ketua MPR Taufiq Kiemas, dan Ketua DPR Marzuki Alie. Tampak pula sejumlah menteri KIB II, diantaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perkonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, dan Seskab Dipo Alam.(PresidenSBY.Info) |

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-66 RI pada sidang bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, di Ruang Nusantara Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (16/8/2011) pagi. Pembacaan pidato kenegaraan di depan sidang bersama ini merupakan kali kedua, setelah tahun lalu DPR bertindak sebagai tuan rumah.
Mozilla Firefox