|
Nasional -
Politik
|
|
Ditulis oleh Era Baru News
|
|
Senin, 02 April 2012 17:03 |
|

Jakarta – Agenda integrasi regional dan ekonomi akan permasalahan kritikal saat pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Ke 20, 3-4 April 2012 di Phnom Penh, Kamboja. Pertemuan ini akan dihadiri para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN.
"Pembahasan masalah ekonomi dan integrasi ASEAN kali ini cukup kritikal,” kata Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan yang dirilis Kepala Pusat Humas Kementerian Perdagangan Frank Kandou yang dikutip, Senin (2/4).
Pembahasan ini akan menjadi sorotan terutama bila berhubungan dengan kerja sama internal dan eksternal ASEAN dalam menghadapi situasi perekonomian global yang berkembang diberbagai belahan dunia saat ini.
“Terutama bila dikaitkan dengan kerja sama internal dan eksternal ASEAN dalam menghadapi situasi perekonomian dunia saat ini," katanya.
Pertemuan ke-7 AEC Council di Phnom Penh, Kamboja ini akan dimulai dengan diskusi mengenai kondisi perekonomian global dan regional, sebagaimana diusulkan oleh Indonesia. Agenda pertemuan anggota ASEAN ini dinilai akan menjadi relevan dalam konteks regional dan
Global.
Dalam pertemuan AEC Council, Indonesia akan menggarisbawahi perlunya negara-negara ASEAN untuk bersikap lebih sensitif terhadap tekanan yang dihadapi pelaku bisnis di ASEAN. Perkumpulan negara Asia Tenggara ini diminta untuk tetap mempertahankan posturnya yang "out-wardlooking" menghadapi kondisi perekonomian dunia saat ini.
Negara-negara ASEAN juga dinilai perlu memberikan perhatian pada fakta bahwa banyak negara di dunia kini mengincar ASEAN. Hal ini dilakukan karena sebagai pasar bagi produk mereka yang mengalami penurunan permintaan dari Eropa dan Amerika Serikat.
“Policy-mix yang tepat bagi ASEAN diperlukan untuk menjawab dua tantangan ini secara bersamaan,” lanjutnya.
Selama dua hari acara ini akan digelar di Peace Palace, pusat pemerintahan Kamboja di Phnom Penh. Pimpinan Kepala Negara akan membahas kemajuan sekaligus tantangan yang dihadapi menuju Masyarakat ASEAN 2015 yang mencakup Masyarakat Politik-Keamanan, Masyarakat Ekonomi, dan Masyarakat Sosial-Budaya ASEAN.
Pada pertemuan ini Presiden SBY dijadwalkan tidak menghadiri pertemuan KTT ASEAN tersebut. Delegasi RI diwakilkan oleh Wakil Presiden Boediono beserta rombongan. Wapres didampingi Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam dan sejumlah pejabat lainnya. (mas/asr) |