| Interpol Diminta Selidiki Pengambilan Organ Tubuh TKI |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Jumat, 27 April 2012 13:34 |
|
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta internasional polisi atau interpol untuk menyelidiki kebenaran pembunuhan atau pengambilan organ tubuh para TKI di Malaysia. “Kita terus minta pihak interpol agar bergerak supaya mendeteksi apa benar terjadi indikasi pembunuhan atau pengambilan organ tubuh itu. Hingga saat ini memang belum ada kepastian mengenai hal itu,“ kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan persnya yang dikutip, Jumat (27/4). Atas kejadian meninggal tiga TKI asal NTB tersebut, pemerintah Indonesia telah meminta ketegasan dari sikap polisi Malaysia. Pemerintah Malaysia juga diminta untuk bertanggung jawab terjadinya penembakan terhadap para tiga TKI. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemnakertrans, Reyna Usman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait di NTB untuk mempercepat proses tersebut. Ketiga jenazah TKI itu yakni Herman, Abd Kadir, Mad Nur dipulangkan ke Indonesia, 5 April 2012. Mereka berasal dari desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kab Lombok Timur, NTB. Ketiga TKI asal NTB itu yang diduga menjadi korban perdagangan organ tubuh, sebelumnya mereka ditembak secara brutal oleh polisi Diraja Malaysia di Kota Port Dickson, Malaysia, Minggu, 25 Maret 2012 lalu. Otopsi ulang telah dilakukan oleh Polda NTB dan disaksikan oleh keluarga korban di Pancor Kopong, Pringgasela Selatan Lombok Timur, NTB terhadap jenazah Herman dan Abdul Kadir, Kamis (26/4). Sedangkan jenazah Mad Nur diotopsi pagi ini, Jumat (27/4). Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai hasil otopsi tersebut. (depnaker/lombok news/asr) |


Mozilla Firefox