| Moralitas dan Etika Politik Hancur Tanpa Tegaknya Hukum dan Keadilan |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Kamis, 16 Agustus 2012 19:19 |
|
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan yang teguh bertepatan kondisi bangsa mempercepat penguatan demokrasi. Oleh karena itu, tanpa demokrasi yang kuat ditopang tegaknya hukum dan keadilan maka moralitas dan etika politik akan menuju kehancuran. “Jika hukum tidak tegak dan demokrasi kita rapuh, politik justru akan mengambil jalan menyimpang. Karena itu, dalam berdemokrasi, kita harus menumbuhkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan saling menghormati. Inilah hakekat prinsip hidup berdampingan dalam perbedaan, dan prinsip kebebasan dalam bingkai toleransi,” kata SBY di Gedung DPR/MPR RI saat pidato Kenegaraan HUT Ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI, Kamis (16/8). Jelas Presiden, hal itulah esensi dari Seloka Bhinneka Tunggal Ika. Kesabaran, toleransi, dan saling menghargai satu sama lain, adalah potensi yang tidak hanya menjadi penopang dalam kehidupan bangsa yang multikultural, tetapi juga menjadi wujud nyata dari diri sebagai bangsa yang memiliki keadaban. Kepala Negara mengatakan Indonesia telah memilih jalan demokrasi untuk menuju kesejahteraan. Di dalam prakteknya proses demokrasi harus meninggalkan praktek-praktek kotor serta melakukan penegakan hukum yang adil. “Kita telah memilih demokrasi sebagai jalan mencapai kesejahteraan. Proses demokrasi yang mengutamakan kebersihan dalam proses penyelenggaraannya, dan penegakan hukum yang adil apabila terjadi perselisihan,” tutur SBY. “Kita tidak mungkin mereduksi demokrasi yang menjauhkan kita dari persatuan, kesatuan, dan integritas sebagai sebuah bangsa. Kita juga tidak mungkin mereduksi demokrasi yang justru menjauhkan kita dari kepentingan dan kemaslahatan rakyat," ujarnya. Papar Presiden, selama berdemokrasi maka harus menghindari praktek kotor. Jika demokrasi tanpa kebebasan maka akan menjadi tirani. Jika demokrasi melampaui batas dan tanpa tanggung jawab maka akan menjadi anarki. “Demokrasi harus terhindar dari sifat-sifat buruk. Kita meyakini, demokrasi tanpa kebebasan akan berubah menjadi tirani, tetapi demokrasi yang melampaui batas dan tidak disertai dengan tanggung jawab dalam berekspresi, akan berubah menjadi anarki,” katanya. (asr) |


Mozilla Firefox