| Pembakaran Foto Boediono Berbuntut Ricuh |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 09 Desember 2009 |
|
Ketika aksi yang diikuti ribuan orang dari berbagai kelompok organisasi di depan Istana Merdeka mulai membubarkan diri, massa Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) memilih bertahan dan melanjutkan aksi mereka. Kelompok aktivist yang membakar ‘pocong Boediono dan Sri Mulyani’ itu pun melanjutkan orasi dengan memaki-maki nama Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mereka menuduh kedua tokoh tersebut telah mencuri uang milik rakyat. Kemudian, seorang lelaki berkepala plontos yang diduga polisi mencoba menangkap seorang pria dari gerombolan massa aksi KAPAK. Namun pria itu malah dihajar beramai-ramai sambil diteriaki copet. Pria berkulit hitam itu kemudian diamankan polisi yang kemudian meredakan amarah massa. Akan tetapi, massa yang kurang puas kembali menghujaminya dengan pukulan. Wajah laki-laki itu tampak lebam, dan tubuhnya mengalami memar. Ia kemudian dapat diamankan dan dimasukkan ke mobil polisi. Sementara itu, seorang pria lainnya yang juga diduga polisi mengalami nasib yang sama. Seorang pria gondrong yang diduga polisi juga dihajar pengunjuk rasa. Kejadian itu terjadi pada aksi Jaringan Pemuda Penggerak (Jamper) yang tidak membubarkan diri, ketika sebagian besar massa aksi membubarkan diri. Massa tersebut tetap melakukan orasi dan menutupi jalur busway. Dalam orasinya mereka meneriakkan nama Boediono dan Sri Mulyani yang harus bertanggung jawab atas kasus dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun. Pasukan polisi kemudian mencoba mendesak dan mendekat agar massa itu bubar. Ketika polisi dan demonstrans berhadap-hadapan, seorang pria gondrong masuk kedalam barisan Jumper dan menangkap salah satu pendemo. "Saya polisi," kata pria gondrong itu. Penangkapan itu lalu memicu reaksi keras dari kelompok Jamper. Aksi pukul pun tak terhindarkan selama beberapa saat, hingga pengunjuk rasa mengalah dan mundur kea rah trotoar Jalan Merdeka Barat.(adi/waa) |

Jakarta – Pembakaran replika pocong Boediono dan Sri Mulyani di Depan Istana Merdeka, Jakarta berbuntut ricuh. Dua pria diduga polisi dihajar massa ketika hendak menangkap seorang pengunjuk rasa, Rabu (09/12).
Mozilla Firefox