|
Pamekasan - Hama tikus serang sekitar 35 hektare tanaman padi yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Petugas Pengendalian Hama Penyakit Dinas Pertanian Pamekasan Cacuk Wiyono, Selasa (19/4), menjelaskan, kedelapan kecamatan yang terserang hama tikus itu masing-masing Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Galis, Larangan, Kadur, Waru, Pakong dan Pegantenan.
"Saat ini kami sedang melakukan pengendalian hama di Desa Polagan Kecamatan Galis, bersama Kelompok Tani Sri Kuning yang ada di desa ini," kata Cacuk Wiyono melalui telepon.
Ia menjelaskan, sistem pengendalian hama tikus yang dilakukan itu dengan sistem pengasapan, dan memasang umpan dengan menggunakan racun tikus.
"Kalau dalam sistem pengasapan ini, kami lakukan dengan membakar lubang tikus, sementara kalau sistem umpan kami memasang umpan berupa racun yang memungkinkan bisa dimakan tikus," kata Cacuk Wiyono menjelaskan.
Menurut Cacuk Wiyono jumlah areal tanaman padi yang diketahui terserang hama tikus tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan kelompok tani yang ada di masing-masing desa dan kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
"Jadi yang terdata sebanyak 35 hektare lahan tanaman padi yang terserang hama tikus ini hanya yang melapor kepada kami di Dinas Pertanian," katanya menjelaskan.
Sesuai dengan laporan yang disampaikan petani yang kini tengah dilakukan pengendalian, sambung Cacuk Wiyono, untuk di Kecamatan Pamekasan, lahan padi yang terserang hama tikur seluas 1,5 hektare, Kecamatan Pademawu 12.5 hektare, Galis 9,4 hektare dan Kecamatan Larangan seluas 4 hektare.
Selanjutnya di wilayah Kecamatan Kadur seluas 6,7 hektare, Kecamatan Pegantenan 0,5 hektare dan di Kecamatan Waru seluas 0,1 hektare.
Cacuk Wiyono lebih lanjut menjelaskan, hama tikus yang menyerang lahan pertanian padi di delapan kecamatan di Kabupaten Pamekasan tersebut umumnya merupakan tanaman padi yang telah berusia antara 30 hari hingga 40 hari.
Selain menyerang tanaman padi, hama tikus juga dilaporkan menyerang tanaman jagung milik warga di delapan wilayah kecamatan itu.(ant/waa) |