Gegana Ledakkan Telur Busuk Diduga Bom
Daerah - Surabaya
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 03 May 2011

Tulungagung - Tim Gegana Brimob Polda Jatim di Kediri meledakkan paket kardus berisi telur busuk yang sebelumnya diduga bom, karena tidak ingin menanggung risiko seperti bom buku di Utan Kayu, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Paket mencurigakan tersebut ditemukan warga pada Minggu (1/5) petang.

"Sepertinya ada orang yang iseng menaruh paket di belakang baliho dekat Jembatan Lembu Peteng," kata Kabag Operasional Polres Tulungagung, Kompol Subagyo, Senin (2/5).

Orang pertama yang mengetahui keberadaan paket mencurigakan itu adalah Gianto (28), pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di sisi timur Jembatan Sungai Ngrowo.

Ia yang saat itu tengah memasang tenda untuk warung nasi gorengnya tidak sengaja menemukan dua kardus mi instan yang ditaruh agak tersembunyi di belakang papan baliho timur jembatan.

Gianto penasaran dan mencoba mendekat. Namun, niatannya untuk memeriksa kedua kardus yang diletakkan dengan posisi menumpuk itu segera diurungkan, begitu melihat bungkusan tertutup rapat, sementara di sisi luar kardus terdapat tulisan berupa angka 02 dan 03.

Khawatir bungkusan mencurigakan itu adalah paket bom, Gianto bersama sejumlah warga kemudian melaporkan temuan itu ke Polres Tulungagung.

Sejumlah polisi dari satuan intelijen, reserse dan kriminal, serta sejumlah perwira kepolisian setempat segera meluncur ke lokasi penemuan.

Petugas tidak langsung membuka paket kardus tersebut, tetapi memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan dan meminta bantuan penjinak bom (Gegana) dari Brimob Kediri.

Setelah dipastikan steril, Tim Gegana mulai memeriksa bungkusan mencurigakan tersebut dengan menggunakan alat pendeteksi logam. Saat bungkusan berkode 02 diperiksa, alat pendeteksi berbunyi sebagai pertanda di dalam bungkusan ada logam.

Kecurigaan terhadap paket asing itu meningkat. Setelah dilakukan rapat darurat antara Tim Gegana dengan Polres Tulungagung, diputuskan untuk meledakkan paket mencurigakan tersebut.

"Ternyata paket tersebut berisi puluhan telor busuk dan beberapa buah sendok. Isi karsud yang terdeteksi alat pendeteksi logam hanya sendok dan bukan bahan peledak," kata Subagyo.

Sedangkan satu paket lainnya yang sudah diamankan lebih dahulu, setelah dibuka hanya berisi nasi. Menurut Subagyo, kemungkinan kedua bungkusan tersebut milik penumpang bus yang baru turun dan sengaja disembunyikan di belakang baliho.

Namun hingga kedua paket diamankan polisi, sang pemilik belum diketahui.

"Kami harap jangan ada lagi yang iseng dengan paket bom. Rakyat sudah panik dan jangan dibuat semakin panik lagi," imbau dia.(ant/waa)