| Nuklir Damai Semakin Berkembang |
| Daerah - Sumatera |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 09 Februari 2010 |
|
"Singapura, misalnya, dulu kontra. Tetapi, sekarang berparadigma baru yaitu pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) perlu dibangun guna mengantisipasi kekurangan bahan bakar minyak dan gas di masa depan," kata Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) As Natio Lasman di Batam, Selasa (09/02) petang. Menurut Kepala Bapeten, PLTN telah dan akan kian menjadi pilihan baru sebab hanya perlu mengisi satu kali energi untuk reaktor yang tahan satu hingga dua tahun sehingga tidak perlu setiap hari melakukannya seperti pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak, gas atau batubara. Dalam lima tahun mendatang, pada setiap tahun, negara membangun 25 PLTN, kata As Natio setelah bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustafa Widjaja menandatangani naskah kerja sama Bapeten-BP Batam di bidang pengawasan barang dan fasilitas mengandung unsur nuklir dan radiaoaktif. Menurut Kepala Bapeten, penggunaan nuklir untuk tujuan damai kian berkembang dengan didukung standar, pengawasan dan kerja sama internasional. Mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush pada 2006 mencanangkan "Advance Energy Initiative" (energi alternatif di masa depan) dengan menyebutkan negaranya akan menghentikan impor minyak mulai 2040. "Bahkan, kini Uni Emirat Arab yang kaya akan minyak pun membeli PLTN dari Korea," katanya. Ia mengatakan, kemampuan Indonesia dalam pengawasaan barang dan fasilitas yang mengandung energi nuklir telah diakui Badan Atom Internasional (IAEA) yang berpusat di Wina. As Natio menjelaskan, Bapeten yang dibentuk sejak 11 tahun silam, mengawasi lalu-lintas masuk dan keluar barang yang mengandung energi nuklir dan radiasi, mengawasi perizinan dan memeriksa penggunaannya hingga manakala energi itu telah menjadi sampah. Bapeten antara lain mengawasi penggunaan nuklir pada mata bor di industri minyak dan gas bumi, di pelabuhan dan fasilitas kesehatan yang menggunakan sinar X dan sinar Gamma. "Kami bertugas agar mengetahui dengan pasti kemana radiasi dari sinar X atau sinar Gamma yang digunakan," katanya. Kerja sama Bapeten dan BP Batam antara lain akan meliputi pelatihan bagi petugas sinar-X dan sinar Gamma di pelabuhan. Menurut Mustofa Widjaja, kerja sama dengan Bapeten selain untuk kepentingan sekarang juga ujntuk masa depan. Ia mengatakan, bisa jadi di Batam kelak ada perusahaan subkontraktor dalam kaitan dengan PLTN Singapura sehingga pemasukan-pengeluaran barang berunsur nuklir hingga penggunaan dan sampahnya terawasi. "Saya melihat (nilai penting) itu sampai ke sana," katanya. Tentang apakah di Batam sudah perlu dibangun PLTN sebagai alternatif pembangkit listrik berbahan bakar gas dan solar, Kepala BP Batam mengatakan, harus dikaji matang tingkat kebutuhannya supaya benar-benar efektif.(ant/waa) |

Batam - Energi nuklir untuk tujuan damai dan kesejahteraan manusia, kian berkembang dan menjadi tren negara-negara maju dalam mengganti energi listrik konvensional yang berbahan bakar minyak, gas dan batu bara.
Mozilla Firefox