Aksi Coret Seragam Masih terjadi
Daerah - Sumatera
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 28 April 2011

Medan - Aksi coret seragam dikalangan pelajar usai mengikuti ujian nasional masih terjadi di beberapa sekolah di Kota Medan, meskipun Dinas Pendidikan Sumatera Utara telah melarang aksi tersebut.

Hari terakhir pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs, Kamis (28/4), siswa-siswa yang melakukan aksi coret baju tersebut diantaranya siswa dari SMPN-2 Medan, SMPN-36 Medan, SMP Yapena dan SMP PGRI Medan.

Seperti misalnya di SMPN-2 Medan, sekelompok siswa sekolah tersebut melakukan aksi coret baju tepat di depan pagar gerbang sekolah, dengan menggunakan berbagai alat tulis seperti cat semprot "pilox" dan spidol.

Aksi yang dilakukan para siswa tersebut menjadi perhatian sebagian masyarakat yang melintas tepat di depan sekolah tersebut, akibatnya kemacetan sempat terjadi meski tidak berlangsung lama.

"Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun, sebagai luapan kegembiraan karena telah melewati masa-masa yang menegangkan," kata Mutia, salah seorang siswa peserta UN dari SMP 2 Medan.

Kegiatan aksi coret baju juga dilakukan sekelompok siswa SMPN-36 Medan, bukan hanya baju seragam yang mereka coret, namun juga beberapa sepeda motor yang mereka miliki, begitu juga dengan rambut mereka semprot dengan aneka warna.

"Ini hanya setahun sekali, dan ini tahun kami terakhir di SMP. Jadi tidak ada salahnya kami melakukan ini sebagai kenang-kenangan nantinya, karena setelah ini belum tentu kami nantinya bisa satu sekolah lagi ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK," kata Syahri, salah seorang siswa SMPN-36 Medan.

Ketika ditanya apakah tidak ada imbauan dari sekolah untuk tidak melakukan aksi coret usai UN, ia mengatakan, memang sebelumnya kepala sekolah dan guru-guru telah mengumumkan itu. Namun baginya itu tidak terlalu menjadi permasalahan.

"Kami kan tidak melakukan aksi coret disekolah. Coretan-coretan di seragam ini akan menjadi kenangan yang manis bagi kami," katanya.

Meski demikian ada juga sekolah yang melakukan kegiatan positif seusai melaksanakan ujian dengan menyumbangkan beberapa potong pakaian seragam mereka kepad adik-adik kelas dan masyarakat disekitar sekolah.

Seperti di SMPN-16 Medan, ratusan siswa sekolah tersebut begitu usai ujian hari terakhir yang mengujikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan ALam (IPA), langsung mengumpulkan seragam mereka masing-masing disebuah kelas dengan dikoordinir beberapa guru.

"Baju-baju hasil sumbangan para siswa ini nantinya akan kami salurkan kepada mereka yang lebih membutuhkan seperti, adik-adik kelas, panti asuhan atau anak-anak miskin lainnya. Ini tentunya lebih bermanfaat dari pada mereka harus mencoret-coret baju," kata Kepala Sekolah SMPN-16 Medan, Irnawati.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Syaiful Syafri, mengimbau kepada siswa peserta UN tingkat SMP sederajat, untuk tidak melakukan aksi coret-coret baju seragam dan berkonvoi di jalan raya seusai melaksanakan ujian.

"Coret-coret baju seragam bukanlah budaya Indonesia, ini tidak patut dilakukan. Untuk itu saya mengimbau kepada siswa agar lebih baik pulang kerumah masing-masing seusai ujian hari terakhir, Kamis (28/4) daripada harus coret-coret baju," katanya.

Dia juga menganjurkan, seusai pelaksanaan ujian sebaiknya antarsiswa dan guru berkumpul serta berdoa bersama agar kelulusan sesuai dengan yang diharapkan. Bukan hanya itu, antarsiswa dan guru juga dianjurkan saling memaafkan mengingat sudah berakhirnya UN dan aktifitas belajar mengajar.

"Atau buat suatu acara perpisahan di sekolah. Pada acara itu bisa juga digelar berbagai kegiatan seperti acara seni, sumbangan untuk panti asuhan atau acara lainnya yang lebih bermanfaat," katanya.(ant/waa)