| Pilkada Pekanbaru Dibayangi Aksi Golput |
| Daerah - Sumatera |
| Ditulis oleh Era Baru News | Rabu, 18 May 2011 |
|
Pekanbaru - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru mengaku khawatir dengan tingginya angka golongan putih (golput) di pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebelumnya membayangi Pilkada Pekanbaru 2011. "Di Pilkada Pekanbaru 2006, angka golput atau mereka yang memiliki hak suara tapi tidak memilih cukup tinggi. Kondisi itu membanyangi Pilkada kali ini, dan ada kekhawatiran terulang kembali," ujar anggota KPU Pekanbaru, Makmur Hendrik, di Pekanbaru, Rabu (18/5). Data mencatat angka golput pada Pilkada Pekanbaru 2006 mencapai 45 persen atau hampir 200 ribu pemilih dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berhak memberikan suara absen dalam pemilihan Wali Kota Pekanbaru periode 2006-2011. Partisipasi pemilih ketika itu hanya tercatat sebesar 239.223 suara sah atau sekitar 55 persen dari 436.469 pemilih yang masuk dalam DPT, kemudian Herman Abdullah dan Erizal Muluk yang dijagokan Partai Golkar terpilih menjadi Wali Kota/Wakil Wali Kota Pekanbaru. Makmur mengaku, pada Pilkada Kota Pekanbaru kali ini pihaknya telah berupaya maksimal diantaranya melakukan sosialisasi baik langsung atau melalui media massa untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Terdapat 536.113 orang pemilih terdaftar dalam DPT yang berhak memberikan hak suaranya untuk memilih pemimpin baru Pekanbaru periode 2011-2016 pada 1.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Rabu, (18/5), mulai dari pukul 07.00-13.00 WIB. "Upaya telah kami lakukan semaksimal mungkin. Kami juga khawatir dengan libur panjang bisa menjadi salah satu faktor penyebab pemilih tidak menggunakan hak suaranya, sebab sebagian besar warga Pekanbaru adalah pendatang baik dari kabupaten di Riau atau provinsi tetangga," jelasnya. Pilkada Kota Pekanbaru periode 2011-2016 meloloskan dua pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota yang hanya diusung dari partai politik. Mereka adalah pasangan dengan nomor urut 1 Firdaus-Ayat yang diusung enam partai politik yakni PKS, Hanura, PBB, PDK, Demokrat, dan PDIP, memiliki jargon sebagai pasangan Profesional, Amanah, Santun (PAS). Kemudian pasangan nomor urut 2 Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk atau juga dikenal Bersama Septina dan Eri (Berseri) diusung lima partai politik yakni Golkar, PAN, PPP, PKB, dan Gerindra dengan jargon bersama membangun negeri.(ant/yan) |

Mozilla Firefox