Mafia Hutan Atur Penyegelan Kantor Greenpeace
Nasional - Lingkungan
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 11 November 2011

altJakarta – Greenpeace menilai adanya keterlibatan pelaku pembalakan liar untuk menghentikan aktivitas Greenpeace. Mereka juga berusaha mencari alasan tertentu untuk menyerang Greenpeace. Hal tersebut berkaitan dengan rencana penyegelan kantor Greenpeace minggu depan.

“Harus diakui mereka adalah orang-orang yang tidak hanya kreatif menghancurkan lingkungan tetapi juga dalam menemukan isu-isu licik untuk menyerang kami,” kata Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayati,  Jumat (11/11).

Menurut Nur Hidayati, pihak-pihak tersebut memiliki tim kreatif yang bertujuan menemukan materi apapun untuk menghentikan aktivitas Greenpeace. Termasuk peringatan terbaru dari Pemko Jakarta Selatan untuk menutup kantor Greenpeace. Peringatan tersebut mempermasalahkan peruntukan bangunan izin tinggal menjadi kantor.

“Sebenarnya izin resmi sudah kami miliki dari tingkat pemerintah terkait,” ujar Nur Hidayati.

Greenpeace menyebutkan usaha negatif itu bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kapal legendaries Greenpeace Rainbow Warrior juga ditolak masuk ke Indonesia. Termasuk penerbitan buku yang mendiskreditkan Greenpeace akhir tahun lalu.

Usaha penyegelan kantor Greenpeace yang dinilai lebih terencana ini terjadi, setelah Greenpeace meluncurkan kampanye global mendorong perusahaan kertas Asia Pulp and Paper (APP) awal 2011. Perusahaan ini dianggap memiliki reputasi buruk di jajaran perusahaan kertas dan pulp di Indonesia.  

Greenpeace mengatakan bahwa usaha penyegelan dan berbagai macam cara mendeskriditkan  Greenpeace, merupakan resiko yang harus dihadapai. Serangan-serangan tersebut dinilai masih akan terus terjadi, selama lembaga pegiat lingkungan itu mengungkap kejahatan kemanusiaan dan kehutanan.

 “Ini sudah risiko yang harus kami ambil,” kata Nur.

Sebelum adanya berbagai lembaga pegiat lingkungan, Greenpece menyebut berbagai perusahaan-perusahaan besar dinilai hanya mencari keuntungan semata. Bisnis mereka selama ini juga diketahui tanpa ada teguran dari pemerintah. Padahal, hasil kerja perusahaan-perusahaan besar tersebut menghancurkan hutan dan keragaman hayati, menggangu pencaharian masyarakat lokal, memicu konflik sosial dan kekerasan yang menggunakan aparat negara.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) / Friends of the Earth, telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Greenpeace. Dukungan tersebut juga berasal dari beberapa tokoh masyarakat terkemuka di Indonesia. (mas/asr)

 

Comments  

 
0 # si ulat merah 2011-11-12 14:15
dont never give up...GREENPEACE...
M.Batubara pingin rasana klo ak panggil km ANJING!!...ehm

semoga uang2 yg klian (pmerintah) terima dr APP akan bermanfaat bagi keluarga anda,,dan kami pencinta lingkungan tidak akan pernah menyerah sedetik pun!!!!
Reply | Reply with quote | Quote