Peraih SheCAN! Award 2011 : Perempuan "Mahadaya"
Nasional - Lingkungan
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 09 Desember 2011

altJakarta -Penghargaan Tupperware SheCAN! Award tahun 2011 ini terseleksi 52 perempuan yang mencerahkan, mendidik, dan memberdayakan diri juga lingkungannya. Tupperware SheCAN! Award digelar untuk kedua kali. Pada tahun 2009 lalu, Penghargaan diberikan kepada 39 perempuan inspiratif.

Perempuan-perempuan yang terpilih ini dikategorikan dalam 3 bidang yaitu sosial, pendidikan, wirausaha.

"Dari setiap daerah banyak perempuan yang memiliki cerita dan perjuangan hidup yang akan membuat kita, para perempuan di kota, merasa malu juga tersentuh. Mereka bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi perempuan lainnya," jelas Umayanti Utami SR, Public Relations & Communication Manager Tupperware Indonesia, dijumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (8/12).

Penghargaan dari Tupperware untuk perempuan Indonesia ini bukan merupakan kontes, namun ajakan yang menyasar perempuan agar mampu berdaya sesuai filosofi 3E Tupperware: Enlighten, Educate, Empower.

Malam penganugerahan berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, dihadiri Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Tupperware Worldwide, Rick Goings.

Dalam acara yang juga diisi sejumlah artis penyanyi seperti Once, Bunga Citra Lestari, dan Ari Lasso, Goings yang datang dari Orlando, AS, kantor pusat Tupperware.

Inspirasi  mereka mengilhami dan menggerakkan masyarakat sekitar beragam dan mencakup berbagai bidang.

Liana Christanty, misalnya. Seorang ibu yang juga merangkul anak-anak jalanan yang terdiri dari pemulung dan pengamen di wilayah Tubanan, Surabaya untuk kembali mengenyam bangku pendidikan lewat sekolah gratis.

Liana pun juga mendirikan sekolah gratis dan asrama yang diperuntukkan bagi perempuan korban pelecehan seksual dan hamil di luar nikah.
 
"Saya menganggap bahwa bayi tidak berdosa dan berhak memiliki kehidupan. Karena itu 13 tahun yang lalu berawal dari diskusi pada 1998 tentang anti aborsi. Dari sana ada gadis yang datang sebagai korban perkosaan di bus. Dia tidak bisa pulang kampung karena ditolak kampung halamannya," kata Liana.

Selain itu banyak perempuan yang terganggu jiwanya (gila) yang hidup terlantar di jalanan, menjadi korban pemerkosaan para preman hingga hamil. Liana menampungnya.

Setelah itu, Liana pun konsisten memerjuangkan asrama tersebut hingga sekarang.
 
Perjuangan inspiratif dari Nuraeni lain lagi. Wanita asal Makassar ini memberdayakan wanita di kampung nelayan, kampung Paotere, Makassar untuk memberikan pengajaran dalam pengolahan produk ikan.

Pengolahan produk ikan menghasilkan nugget, ikan tanpa tulang, ikan giling sehingga mereka dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, serta meningkatkan nilai ekonomi.
 
"Saya tergugah memberdayakan wanita di pesisir Paotere. Awalnya, mereka tidak bisa menulis. Selain itu, para suami mereka pun banyak yang terjerat punggawa (tengkulak).

Dengan pemberdayaan yang saya berikan kepada para istri, maka mereka bisa terbebas dari jeratan utang di mana para tengkulak memberlakukan bagi hasil 50-60 persen," paparnya.

Menurut pengakuannya, sudah sering dia mendapat ancaman dibunuh oleh pihak punggawa dan preman  setempat karena kiprahnya. Tapi dia tetap teguh dan sabar berjuang.alt


Pada kesempatan itu, wartawan Erabaru.net sempat mewancarai Ully Hary Rusady yang populer dengan Ully Sigar, yang juga kakak kandung artis Paramitha Rusady.

Ully mendapat penghargaan kali ini terkait kiprahnya melalui Yayasan Garuda Nusantara yang ia dirikan.

 Yayasan itu bergerak dalam bidang konservasi alam, diklat, posko relawan dan berbagai program berwawasan lingkungan lainnya.

Ia juga memperkenalkan manfaat tanaman Sansiviera (Lidah Mertua) yang ternyata mampu mengolah energi dan oksigen.

Orang awam mengenalnya sebagai pencipta lagu, penyanyi balada, guru musik (pendiri sekolah musik Vini Vidi Vici).

Namun penduduk jauh dipelosok hutan-hutan di Indonesia mengenalnya sebagai "Bunda" yang peduli akan konservasi alam dan aktifis lingkungan.

Peraih banyak penghargaan luar dan dan dalam negeri ini, mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi
pembalakan liar hutan-hutan khatulistiwa.  

Diantara pemenang award ini terdapat:
Amalia Yunita Koruan, Anne Avantie, Amy Atmanto, Alberthiene Endah, Asma Nadia, Anita Lie, Anita Moran, Atih Kurniati, Budiyati Abiyoga, Christine Hakim, Dalinem, Elizabeth Wahyu, Elly Kasim, Eros Rosita, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Harini Bambang Wahono, Helvy Tiana Rosa, Irma Hikmayanti, Julita Joylita, Kadek Eka Citrawati, Luh Ketut Suryani, Mira Lesmana, Mooryati Soedibyo, Murti Bunanta, dan Nafsiah Mboi Walinono.


Hingga 2011, perempuan penerima penghargaan Tupperware SheCAN! berjumlah 91 orang. Untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kaum hawa ini, Tupperware memberikan donasi sejumlah total Rp 832.500.000.

Penghargaan dari Tupperware ini adalah juga perayaan untuk perempuan mahadaya. Selain apresiasi yang didapat, melalui program ini perempuan juga dapat mengembangkan jejaringnya. (sus)