|
Kalsel - Kekhawatiran merebaknya penyakit flu burung membuat dinas-dinas terkait waspada. Penyakit yang dikenal disebut juga avian influenza ini pernah menjadi perhatian di pertengahan tahun 2000an.
Seperti halnya Dinas Peternakan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang mewaspadai penyakit ini setelah mendapat laporan warga.
Menurut Sabri Madani, Kepala Dinas Peternakan Kotabaru di Kotabaru, pihaknya telah menerima laporan mengenai puluhan ekor ayam kampung mati secara mendadak di Desa Sungup Kanan, Pulau Laut Tengah, pada Senin (9/1).
Tim juga mengalami kesulitan memeriksa ayam yang masih hidup karena sebagian ternak habis dipotong. Menurut dia, untuk memastikan penyebab kematian ayam secara mendadak itu perlu pemeriksaan secara intensif.
“Pemeriksaan fisik minimal dalam waktu satu hari untuk bisa diketahui hasilnya,” ujarnya
Sabri menjelaskan bahwa apabila hasil 'revit test' tersebut ada yang menjadi terduga, diperlukan uji laboratorium lebih mendalam.
Awalnya sebelum banyak ayam mati secara mendadak, ada seorang pedagang ayam yang membuang bangkai ayam di sungai sekitar permukiman setempat. Setelah kejadian tersebut, banyak ayam kampung milik warga mati mendadak. Warga semakin cemas karena beberapa waktu lalu pernah ditemukan dugaan penyakit flu burung di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Sementara itu beberapa waktu sebelumnya seorang pemuda bernama Puguh Dwi Yanto, 23, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara diduga tewas akibat penyakit flu burung. Sebelumnya pria yang tewas setelah terserang demam tinggi secara mendadak itu, kerap berkontak dengan unggas jenis burung merpati yang ia pelihara di sekitar tempat tinggalnya. (deo/rhb)
|