| Ratusan Warga Tulungagung Kesulitan Air |
| Nasional - Lingkungan |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Sabtu, 29 Agustus 2009 17:11 |
|
Beberapa warga mengaku, Sabtu(29/08), saat musim kemarau kondisi debit air di sumur desa selalu berkurang. Hal tersebut juga diperparah dengan mulai keringnya beberapa sumber air di daerah tersebut, hingga hanya mengandalkan sumber yang masih aktif. Seperti yan diungkapkan oleh Suwito, salah seorang warga. Ia dengan ratusan KK lainnya harus rela bergiliran setiap hari untuk mendapatkan beberapa ember air. "Kami harus bergiliran untuk mengambil air, karena saat kemarau seperti ini sumber air semakin sedikit," katanya. Ia mengaku, kegiatan itu selalu rutin dilakukan setiap tahun oleh ratusan anggota keluarga lainnya. Selain debit air yang mulai kering, terbatasnya sumber mata air, membuat mereka hanya mengandalkan satu-satunya sumber. "Itupun kami harus jalan hingga sekitar tiga kilometer dengan medan yang naik turun, karena lokasinya yang berada di ketinggian," kata Suwito. Sunan, warga lainnya mengaku, sudah seringkali mengajukan bantuan kepada pemerintah supaya dipasok air untuk keperluan sehari-hari. Namun, bantuan yang dikirimkan ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan warga, sehingga mereka kembali harus bergiliran untuk mendapatkan air bersih. "Kami harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan giliran mengambil air, dan harus sejak pagi bangun. Jika tidak, kami tidak akan mendapatkan air hingga siang hari," ucap Sunan mengeluh. Selain digunakan untuk minum, air di sumur tersebut juga dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci pakaian. Mereka berharap, pemerintah lebih memperhatikan kondisi tersebut, di antaranya dengan membantu membuatkan sumur darurat, sehingga warga tidak terlalu jauh mengambil airnya. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Wahyu Adji Gunawan mengemukakan, kondisi tersebut dikarenakan di daerah itu kandungan air sangat sedikit, sehingga setiap kali musim kemarau tiba, warga selalu kesulitan mendapatkan air. "Kami akan mengirimkan bantuan air, namun sebelumnya mereka harus mengajukan permohonan kesulitan air. Jika tidak, kami tidak mengetahuinya," kata Wahyu. Ia juga menuturkan, beberapa lokasi di wilayah kabupaten memang termasuk daerah rawan kekeringan, di antaranya di Kecamatan Rejotangan, Kalidawir, Pucanglaban, serta beberapa daerah lainnya.(ant/waa) |
Tulungagung - Sedikitnya 175 kepala keluarga (KK) di Dusun Tebon, Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami kesulitan air, sehingga mereka terpaksa bergiliran untuk mengambil di sumur.
Mozilla Firefox