| Candi Prambanan Masih Terus Direstorasi |
| Nasional - Lingkungan |
| Ditulis oleh Sunardi - NTD-News |
| Rabu, 31 Desember 2008 13:46 |
|
Ratusan turis dari dalam dan luar negeri tampak memadati kawasan wisata dan cagar budaya prambanan, Yogyakarta, Indonesia. Kepadatan wisata turis pada masa-masa liburan natal dan tahun baru ini mencapai lebih dari 1.000 orang setiap harinya. Pasca gempa berkekuatan 5,9 skala ritcher di wilayah Yogyakarta 27 Mei 2006 silam, sejumlah bangunan candi dalam kawasan Prambanan seperti Candi Brahma, Siwa dan Wisnu, mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan. Batu-batu penyusun candi berusia sekitar 1150 tahun ini juga masih tampak berserakan di sekitar bangunan candi. Namun begitu, bencana gempa yang menimpa salah satu warisan budaya dunia ini ternyata juga menarik rasa penasaran para turis. “Lewat media cetak dan elektronik, kami berusaha menggugah apresiasi para pengunjung untuk bisa memahami warisan budaya yang sempat tertimpa bencana dan kini masih terus diperbaiki. Alhasil, liburan kali ini kami bisa menyerap 14.000 orang pengunjung dimana rata-rata biasanya hanya dikunjungi sekitar 2.000 orang pengunjung.“ ujar Bambang Sumbandono, Kepala Unit Prambanan. Kendati menarik rasa penasaran, ternyata tidak semua turis menikmati wisata candi Prambanan yang sebagian besar masih dipagar-pagar ini. Menurut penuturan salah seorang Tour Guide Prambanan, Yos Handani, pekerjaan restorasi ini banyak dikeluhkan oleh para wisatawan. "Restorasinya kan memang cukup lama, sudah hampir 2 tahun setelah gempa itu, dan saya pikir ini masih ada sekitar 6-8 bulan baru bisa siap. Pengunjung asing yang saya bawa dari luar negeri, biasanya kan mereka perhitungan jarak yang jauh, dari antar negara mereka ke sini, kebanyakan dari mereka agak kecewa, walaupun 1 candi sudah dibuka, tapi mereka selalu menanyakan kenapa harus bayar penuh?" Menurut Kim Yen, salah seorang turis yang datang dari Malaysia, pekerjaan restorasi ini harus segera diselesaikan dengan cepat, hal ini agar para turis bisa menikmati keindahan candi-candi di Prambanan. "Kalau mereka tetap menunda-nunda pekerjaan restorasi ini, saya pikir semakin banyak turis yang kecewa nantinya." ucap Kim. Masalah lamanya waktu yang diperlukan untuk merestorasi sejumlah candi purabakala ini memang sangat kompleks, menurut Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta, evakuasi dan pendataan terhadap batu-batu bersejarah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar bisa diletakkan kembali ke tempat asal bangunan-nya secara sempurna. Dalam upaya restorasi ini, sejumlah badan internasional PBB seperti Unesco dan negara-negara asing, juga turut serta menurunkan tenaga ahli dan finansialnya untuk membantu terselamatkan-nya warisan budaya dunia bernomor 642 ini. (ntd-news/sun) |
Gempa dahsyat di kota Yogyakarta, Indonesia pada 27 Mei 2006 silam masih menyisakan kerusakan yang cukup parah pada kawasan wisata dan cagar budaya Prambanan. Hingga kini, salah satu kawasan wisata terkenal dari Indonesia ini masih belum sepenuhnya dapat dinikmati turis. 
Mozilla Firefox