Status Gunung Ijen Naik, Lainnya 8 Siaga dan 18 Waspada
Nasional - Bencana
Ditulis oleh Era Baru News Minggu, 18 Desember 2011

altJakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan dari 127 gunung berapi yang aktif di Indonesia, saat ini ada 6 berstatus siaga (level III) dan 18 gunung yang berstatus waspada.

Keenam gunung api itu adalah Ijen, Gamalama, Papandayan, Karangetang, Lokon, dan Krakatau.

Gunung Ijen berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini telah 4 kali meletus, yaitu pada tahun 1817, 1913, 1936, dan 1976. Saat ini, aktivitas Gunung Ijen terus mengalami peningkatan. Gunung Ijen statusnya mengalami peningkatan dari Waspada menjadi Siaga sejak Minggu (18/12) ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meminta pemerintah daerah setempat untuk selalu memberikan informasi ke masyarakatnya serta berharap masyarakat tidak panik.

"Kami meminta pemerintah daerah setempat untuk memberikan informasi ke masyarakat, agar tidak terjadi kepanikan," kata Kepala BPBD Jatim, Siswanto, Minggu (18/12).

Menurut Siswanto, pihaknya baru mendapatkan kabar peningkatan status Gunung Ijen menjadi Siaga, pada Minggu dini hari. Rencananya, pihaknya akan menuju ke daerah sekitar Gunung Ijen, untuk melihat perkembangan aktifitas dan G Ijen serta persiapan penanganannya.

"Infonya kan baru tadi. Paling tidak menyiapkan posko informasi. Tujuannya untuk memberikan informasi dan mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati," jelasnya.

Aktifitas Gunung Ijen yang pernah erupsi terkahir kali pada 1993 ini memiliki danau kawah di puncak dengan panjang 800 meter dan lebar danau 700 meter serta kedalamannya mencapai sekitar 180 meter dan ketinggiannya 2.386 meter dari permukaan laut, ini statusnya normal.

Dari hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data, sejak Rabu (14/12) pukul 23.00 WIB, statusnya mengalami peningkatan menjadi waspada. Selang tiga hari, Gunung Ijen mengalami peningkatan menjadi Siaga, Minggu (18/12).

“Kenaikan didasarkan pada hasil pengamatan kegempaan, visual, kandungan gas berbahaya, suhu, perubahan warna air danau kawah, serta analisis data vulkanik lainnya,” kata Sutopo, Minggu 18 Desember 2011.

Gunung Gamalama terletak di Ternate, Maluku. Gamalama telah meletus lebih dari 60 kali sejak letusan pertamanya pada tahun 1538. Terakhir, Gamalama meletus pada 4 Desember 2011. Sedangkan, Gunung Papandayan yang juga berstatus siaga berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Letusan besar Papandayan pernah terjadi pada tahun 1772, mengakibatkan 40 desa hancur dan 2.951 orang tewas.

Gunung Karangetang, terletak di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Gunung ini sudah meletus lebih dari 40 kali sejak 1675. Terakhir, Gunung Kratakau terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatera. Kehebatan letusan gunung ini tercatat sejarah.

Sutopo menyatakan selain 6 gunung api yang berstatus aktif tersebut, ada 18 gunung api di Indonesia yang berstatus waspada atau level II, satu level di bawah siaga.

Ke-18 gunung ini adalah Gunung Sundoro, Anak Ranakah, Tambora, Lewotobi Laki-laki, Lewotobi Perempuan, Soputan, Ibu, Marapi, Bromo, Dieng, Gamkonora, Sinabung, Talang, Kerinci, Semeru, Sangeangapi, Dukono, dan Sorik Marapi. (sus)