Mengapa Gempa 7.6 SR Goyang Aceh ?
Nasional - Bencana
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 12 Januari 2012

Gempa AcehJakarta – Gempa dengan 7,6 skala richter terjadi di Aceh pukul 01:36 WIB, Rabu dinihari.  Menurut BNPB, gempa itu terjadi karena ketika lempeng samudra berusaha masuk ke bawah lempeng benua.

“Gempa ini terjadi karena ketika lempeng samudra berusaha masuk ke bawah lempeng benua, terdapat aktivitas postseismik yang arahnya berlawanan,” ujar keterangan tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho yang diterima Erabaru.net, Rabu (11/1).'

Gempa berpotensi tsunami, namun BMKG mencabut peringatan tsunami dua jam kemudian. Hingga hari ini tercatat 7 kali terjadi gempa di Aceh.

Menurut BNPB, akibatnya terdapat akumulasi regangan di dekat palung laut. Akumulasi ini menghasilkan gempa sesar geser lalu. Gempa tersebut terjadi di bagian lempeng samudra, yaitu pada lempeng Australia, sebelum lempeng tersebut menghunjam lempeng Benua Eurasia yakni Sumatra dekat dengan outer-rise.

“Jadi gempa tadi malam tidak terjadi pada zona pertemuan lempeng, sebagaimana kebanyakan gempa terjadi di Sumatera,” ungkap Sutopo.

Ditambahkannya, mekanisme gempa semalam yaitu sesar geser tidak berpotensi tsunami dan jarak dari zona pertemuan lempeng yaitu sekitar 100 km. Gempa ini kemudian akan diikuti beberapa gempa susulan dengan magnitude kecil. Gempa ini sedikit kemungkinan untuk diikuti gempa besar.

“Beberapa gempa jenis ini pernah terjadi di wilayah yang dekat dengan gempa tadi pagi, dengan mekanisme yang juga mirip,” jelas Sutopo.

Gempa yang terjadi di Aceh itu dirasakan hingga wilayah III-IV Banda Aceh, II-III Simelue, I-II Medan, I-II Mendailing Natal. Sebagai penjelasan MMI IV, getaran dirasakan di dalam maupun luar rumah, jendela dan pintu serta benda diam bisa bergetar. Adapun MMI V, getaran dirasakan lebih keras, benda-benda yang bergantungan jatuh dan kaca jendela pecah.

Berpusat di  Kabupaten Simeuleu, Kota Meulaboh merasakan getaran cukup kuat akibat gempa. Hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan dan terjadinya korban jiwa. Keadaan kota Banda Aceh sudah tenang kondusif.  

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban dan kerusakan bangunan. Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD terus melakukan pendataan dampak gempabumi tersebut,” jelas Sutopo.

Laporan dari BMKG menyebutkan gempa susulan yang baru terjadi pukul 18.56 WIB Rabu (11/1) dengan kedalaman 97 km dengan kekuatan 5,0 skala richter.  Gempa berpusat 336 km Barat Daya Kab Simeuleu, Aceh. (mas/asr)