|
Jakarta – Banjir yang terjadi di Enam daerah yakni Lebak, Pandeglang, Serang, Kota Serang, Kota Cilegon dan Tangerang mulai surut sejak Senin sore kemaren.BNPB menyerahkan dana Rp 1 milyar kepada BPBD Provinsi Banten untuk penanganan darurat banjir.
“Pada pagi ini juga, BNPB akan menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 milyar kepada BPBD Provinsi Banten,” ujar Kepala Pusat Data, Humas dan Informasi Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (17/1).
Menurut BNPB, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap BPBD Provinsi Banten dan BPBD kabupaten dan kota dalam penanganan darurat banjir, baik pendampingan administrasi, manajerial, logistik, peralatan dan pendanaan.
Jalan tol Merak-Jakarta yang sebelumnya direndam banjir, saat ini sudah bisa dilalui kenderaan dari dua arah. Pengungsi yang sebelumnya mendirikan tenda di jalan tol sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Jalan tol Merak-Jakarta sudah bisa dilalui dari dua arah. Tidak ada lagi pengungsi di jalan tol,” jelas Sutopo.
Banjir yang terjadi di Banten, jumlah pengungsi yang tercatat di Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak masih sekitar 1.355 KK, Rangkas 675 KK, Kalanganyar 125 KK. Adapun di Kabupaten Pandeglang, ribuan pengungsi tersebar di 13 titik pengungsi.
Banjir yang mulau surut di sebagain daerah Banten, tidak terjadi di Kabupaten Tangerang. Banjir di wilayah itu mulai meningkat. Banjir terjadi di permukiman akibat hujan deras. Sekitar 800 pengungsi dari Kampung Bojong dan Pasir Nangka akan dievakuasi karena banjir sekitar 1-1,5 meter.
Data BNPB menyebutkan, hingga saat ini banjir di Provinsi Banten menyebabkan 3 orang meninggal dunia, 1 orang meninggal akibat longsor di Kecamatan Lebak Gedong dan 2 orang hanyut di Kecamatan Wanasalam, Lebak. 35 rumah roboh dan hanyut.
“Saat banjir puncak rumah yang terendam mencapai 17.084 rumah,” ujar Sutopo.
Berdasarkan catatan BNPB, daerah dilanda banjir merupakan daerah langganan banjir pada setiap tahun. Banjir yang terjadi di tol Jakarta- Merak beberapa kali terendam banjir seperti tahun 1996, 1999, 2001, 2002, 2004, 2007 dan 2012.
Berbagai prediksi diperkirakan ancaman banjir terus meningkat di sekitar tol Jakarta – Merak, seiring perubahan penggunaan lahan, urbanisasi, dan perubahan pola hujan. Mengurangi risiko bencana banjir, pemprov Banten diminta memprioritas pembangunan di Banten. (mas/asr) |