Gempa Guncang NTT dan Sulut
Nasional - Bencana
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 21 Januari 2012

Gempa Bumi, BNPB, BMKGJakarta - Gempa bumi mengguncang kota Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa pertama berkekuatan 6,3 SR terjadi Sabtu pagi (21/1) pukul 03.32 WIB kemudian pukul 05.50 WIB di Sangihe dengan kekuatan 5.7 SR.

“Pusat gempa di dasar laut pada kedalaman 124 km dengan koordinat 8.84 LS - 119.60 BT (48 km Barat Daya Manggarai Barat-NTT). Intensitas gempa III-IV MMI atau sedang,” ujar situs BMKG, Sabtu (21/1).

Keterangan BMKG menyebutkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Adapun gempa dirasakan cukup kuat dengan durasi sekitar  3 detik. Adapun keterangan BNPB mengatakan, warga setempat sempat panik.Namun aktifitas warga sudah kembali normal hingga saat ini.

“Warga sempat panik. Aktifitas warga sudah normal. BPBD Provinsi NTT masih melakukan pendataan,” tulis Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulanganan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (21/1).

Gempa pertama yang berkekuatan 6,3 SR, diikuti  gempa susulan dengan kekuatan 5.7 SR  pukul 05.50 WIB di Sangihe, Sulawesi Utara.  Pusat gempa berada di dasar laut kedalaman 10 km di posisi 4.67 LU - 125.18 BT  atau 128 km Barat Laut Kepukauab Sangihe - Sulawesi Utara.

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan lemah oleh warga. Intesitas gempa II-III MMI atau lemah. Saat ini aktivitas masyarakat normal,” ujar BNPB.

Gempa yang masih mengancam, BNPB menghimbau kepada masyarakat Indonesia terus meningkatkan kesiapsiagaan. Ini dikarenakan ancaman gempa bumi berpeluang terjadi kapanpun, karena wilayah Indonesia yang rawan gempa.
 
Daerah rawan adalah daerah di barat Sumatera, selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara merupakan zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang bergeser ke arah Timur Laut-Utara sekitar 5-7 cm per tahun.
 
Sedang di daerah utara Papua, sekitar Sulawesi dan Maluku merupakan subduksi lempeng Pasifik, Eurasia dan Philipina yang bergeser mencapai 12 cm per tahun. Adanya energi dorongan tersebut menyebabkan terjadinya  gempa bumi.

Hingga saat ini tidak satupun kemampuan iptek secara rinci mampu memprediksi terjadinya gempa bumi secara tepat dan terperinci. Skala besar kekuatan gempa juga belum bisa diketahui termasuk dimana pusat gempa tersebut.

“Hingga saat ini kemampuan iptek belum mampu memprediksi gempa secara tepat kapan, dimana dan berapa besar,” ujar BNPB. (mas/asr)