Gunung Lokon Kembali Meletus
Nasional - Bencana
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 10 Februari 2012

Gunung lokon Kembali Meletus, BNPBManado – Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Lokon di dekat Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara telah meletus pagi ini  pukul 08.20 WITA, Jumat (10/2). 

Letusan Erupsi diikuti suara gemuruh, abu letusan berwarna kelabu tebal, tinggi kolom asap letusan 2000 m dari Kawah Tompaluan, tertiup angin ke arah Tenggara. BNPB merekomendasikan dihentikannya aktivitas masyarakkat dalam radius 2.5 km dari kawah Tompaluan.

“Direkomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 2.5 km dari kawah Tompaluan,” ujar Humas dan Kepala Data dan Informasi, Badan Nasional Penanggulanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan persnya, Jumat (10/2).

Setelah meletusnya gunung Lokon, masyarakat setempat dihimbau untuk terus waspada dan mempersiapkan segala hal, jika adanya terjadi peningkatan aktivitas gunung Lokon. Antisipasi segera mungkin diharapkan, tidak terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.

“Masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan mempersiapkan segala hal jika ada peningkatan aktivitas gunung Lokon,” tambah Sutopo.

Sebelumnya PVMBG Badan Geologi ESDM melaporkan  Kamis, 9 Februari 2012, telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan sejak pukul 14.00 WITA.  Apabila peningkkatan kegempaan terus berlangsung, dapat berpotensi diikuti letusan, seperti beberapa kejadian 27 Desember 2011 dan 6 Januari 2012.

Tindakan yang telah dilakukan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, telah melapor ke Gubernur dan instansi lain. BPBD telah melakukan pemantauan dan pengecekan di lokasi dengan menurunkan petugas Tim Reaksi Cepat BPBD.

Gunung Lokon pernah meletus 1991 silam, ribuan warga diungsikan ke daerah yang dinilai tidak rawan terkena letusan. Seorang wisatawan asal Swiss tewas tertimbun lahar dingin. Kerugian material mencapai Rp 1 miliar.

Gunung Lokon kembali meletus 14 Juli 2011 dengan melontarkan material pijar dan hujan abu setinggi sekitar 1.500 meter. Letusan ini mengakibatkan 10.000 warga diungsikan ke Tomohon dan Manado. (mas/asr)