| Pembinaan Hakim Butuh Formula Khusus |
| Nasional - Hukum |
| Ditulis oleh Era Baru News | Jumat, 03 Juni 2011 |
|
Pendapat Jayus disampaikan menanggapi penangkapan Hakim Syarifuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Komisi Yudisial (KY) berencana melakukan koordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) guna merumuskan formula melawan hakim nakal. KY akan menyeleksi lebih ketat calon hakim agung. Perbaikan tentu dimulai dari pribadi-pribadi di tingkat pengadilan tertinggi yakni MA. Jayus mengatakan masih banyak Hakim yang memiliki moralitas tinggi dan jujur.
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Berantas Koruptor yang terdiri atas PBHI Jakarta, Koalisi Bantuan Hukum Bengkulu, Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SOMASI), dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut vonis bebas Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin. Hendrik mengemukakan, banyak kejanggalan yang terjadi saat persidangan kader Partai Demokrat tersebut. Mulai pertama kali kasus tersebut diangkat hingga ditetapkan sebagai tersangka, Agusrin diketahui tidak pernah ditahan.(adi/waa) |

Jakarta - Pembinaan Hakim membutuhkan formula khusus agar moral mereka tidak bobrok. Demikian dikatakan anggota Komisi Yudisial, Djaja Ahmad Jayus. Jayus menilai, ada tidaknya remunerasi tidak berpengaruh terhadap moral Hakim.
Mozilla Firefox