|

Jakarta – TNI Angkatan Laut dinilai mengesampingkan putusan Mahkamah Agung yang memenangkan almarhum Soemardjo, warga Kelapa Gading, atas sengeketa lahan dengan TNI Angkatan Laut di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kuasa hukum ahli waris, Ngatino mengatakan, bahwa tanah tersebut adalah milik ahli waris almarhum Soemardjo.
“Kepemilikan Soemardjo atas tanah tersebut telah berkekuatan hukum, “ katanya kepada wartawan setelah mealporkan kasus tersebut ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (1/11).
Dikatakannya, pada tanggal 14 April 2011 lalu, saat melakukan eksekusi lahan yang disengketakan dua belah pihak, puluhan TNI AL bersenjata lengkap menggagalkan eksekusi tersebut. Meskipun hukum telah memenangkan Almarhum Soemardjo atas kasus tersebut.
Kuasa hukum ahli waris mengatakan bahwa kliennya telah memenangkan semua keputusan mulai dari tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Kasasi di Mahkamah Agung, sampai tingkat Peninjauan Kembali.
Dalam kasus ini, TNI AL dinilai telah merampas hak sipil serta tidak patuh dengan ketentuan hukum yang mesti dihormati setiap warga negara Indonesia. Dalam hal hukum dinilai dipaksa untuk tunduk kepada kekuatan senjata dan kekuasaan.
“Hukum dipaksa tunduk oleh kekuatan senjata,” ujar Ngatino.
Menerima laporan warga ini, Wakil Ketua Komnas HAM Nurkholis mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan itu. Dikatakannya, dalam waktu dekat Komnas HAM akan menemui pihak TNI untuk memperjelas persoalan yang terjadi.
“Kami akan melakukan klarifikasi kepada teman-teman TNI untuk memperjelas persoalan,” ujar Nurkholis.
Kasus sengketa lahan TNI dengan warga bukan yang pertama kali terjadi. Seperti di Desa Ngeni dan Ngadipuro, Blitar, Jawa Timur, warga telah bersengketa dengan TNI Angkatan Darat sejak puluhan tahun. Sedangkan kasus sengketa lahan yang terjadi di Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu berakhir bentrokan.
Pada bentrokan itu sejumlah petani terluka akibat tembakan dan pukulan. Pada kasus ini TNI diketahui menggunakan lahan petani di Desa Setro Jenar, Kebumen, Jawa Tengah sebagai tempat latihan militer. (asr/rhb) |