Nunun Nurbaeti Tertangkap, KPK Menanti di Jakarta
Nasional - Hukum
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 10 Desember 2011

altJakarta - Menanti kedatangan Nunun Nurbaeti,  jurnalis dan pasukan pengamanan bersiaga di kantor KPK Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB, hari Sabtu (12/10). Begitu tiba, Nunun akan diperiksa kesehatannya di KPK.


Nunun ditangkap Thailand, Nunun ditangkap pada Jumat sore kemarin dan kini menuju Jakarta dengan pesawat Garuda pukul 14.00 WIB. Ada 3 polisi Thailand dan 7 hingga 8 orang penyidik KPK yang mengawal Nunun. Tim KPK yang melakukan penjemputan atas tersangka kasus suap DGS BI tersebut dipimpin langsung oleh Chandra M Hamzah.

Sebelumnya Nunun mengaku menderita "sakit lupa berat" sehingga tidak bisa memenuhi panggilan KPK dalam kasus dugaan suap pemilihan DGS BI yang dimenangkan Miranda S Goeltom pada tahun 2004.

Istri Adang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap DGS BI. Nunun pergi ke Singapura pada 2009 dengan alasan berobat, namun belakangan dia mangkir dari panggilan KPK. Nunun pun ditetapkan sebagai buron.

Tertangkapnya Nunun Nurbaetie diharapkan bisa mempercepat pengungkapan kasus suap pemilihan Deputy Senior BI 2004.KPK harus memastikan keselamatan dan keamanan Nunun selama mengikuti proses hukumnya kelak.

Polisi Thailand menangkap Nunun di sebuah rumah sewaan di Kota Bangkok. Nunun ditangkap tanpa perlawanan.

"Iya ditangkap polisi Thailand, di Kota Bangkok," kata Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah,Sabtu (10/12),  yang menjemput Nunun ke Bangkok. .

Nunun  sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Saat tiba di bandara, Nunun keluar melalui pintu kargo Bandara Soekarno Hatta.

"Nunun sudah nggak ada di bandara," ujar Kapolres Khusus Bandara Soekarno Hatta Kombes Reinhard Silitonga, Sabtu (10/12).

Reinhard mengatakan Nunun dijemput oleh sejumlah petugas dari KPK. Nunun keluar dari Bandara Soekarno Hatta melalui pintu kargo. Nunun diketahui tiba sekitar pukul 18.45 WI

Pintu kargo adalah pintu keluar masuk barang yang hanya bisa dilalui oleh petugas Angkasa Pura II dan petugas Bea Cukai. Sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik yang menunggu tidak sempat mengabadikan gambar kedatangan Nunun.

Namun ada yang menyebutkan Nunun keluar dari pintu Terminal 2 D tempat biasanya TKI keluar dari Bandara. Nunun dijemput oleh empat orang pengawal langsung dibawa dengan sebuah mobil berjenis minibus warna hitam.

"Mobil minibus warna hitam B 1268. Nunun Pakai baju putih, celana panjang hitam. Dijemput dengan 3 mobil," ujar petugas kebersihan bandara.

Setelah mendarat di Jakarta, Nunun yang dalam kondisi sehat itu, langsung meluncur ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sedang menuju KPK," kata kuasa hukum Nunun, Ina Rachman, Sabtu (10/12).

Menurut Ina, Nunun sempat bertemu dengan anak-anaknya. "Alhamdulillah secara fisik, Ibu sehat. Tadi tidak ada pembicaraan apa-apa," ujar Ina.

Kasus dugaan suap DGS BI 2004 semakin terang yang telah sekian lama seolah berhenti. Terutama setelah tertangkapnya Nunun Nurbaetie sejak ditetangkanya sebagai tersangka per Februari 2011.

 Nunun diduga keluar masuk Thailand melalui jalur tidak resmi.

"Saya tidak tahu keluar masuk (Thailand) kapan. Terakhir katanya dia ke Laos, tapi tidak jelas kapan lagi masuknya karena kemungkinan proses masuknya tidak melalui jalur resmi, karena tidak tercatat di kita," ujar Dubes RI untuk Thailand M Hatta, Sabtu (10/12).

Penangkapan ini seolah menepis tudingan buronan kasus suap pemilihan DGS BI dilindungi 'kekuatan besar' dalam pelariannya.

"Katanya kan Ibu dilindungi kekuatan besar. Ternyata tidak ada, buktinya bisa kena," kata  Ina, Sabtu (10/12).  (sus)