Polisi Amankan Geng Motor Cewek di Bali
Nasional - Hukum
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 09 Februari 2012

Korban kekerasan, Geng Motor di BaliDenpasar – Polresta Denpasar, Bali  mengamankan lima cewek pelaku kekerasan dalam video kekerasan yang menghebohkan masyarakat. Mereka diduga melakukan penganiyayaan terhadap Kiki Ariani (15), korban kekerasan yang terlihat dalam video.

“Polisi mengamankan lima orang anggota geng motor gadis Bali yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Kiki Ariani,” ujar  Kasubbag Humas Polresta Denpasar, AKP IB Made Sarjana dalam keterangan elektronik Humas Mabes Polri, Kamis (9/2).

Para pelakunya kekerasan adalah  cewek ABG di bawah umur. Mereka tergabung dalam anggota geng motor bernama Cewek Macho Performance (CMP). Para pelaku yang diamankan, yaitu GD (16), OA (17), RA (15), MV (16) dan KA (17).

“Mereka adalah anggota geng motor bernama Cewek Macho Performance atau CMP,” kata Made Sarjana.

Berdasarkan pemeriksaan pihak kepolisian, Kiki Ariani menjadi korban kekerasan sekelompok ABG tersebut karena kesal dan tersinggung karena baju geng motor mereka digunakan untuk keset oleh Kiki Ariani.

“Motifnya para pelaku kesal karena baju kebesaran CMP digunakan untuk keset oleh korban,” lanjut Made Sarjana.

Polisi masih belum menentukan penahanan terhadap pelaku kekerasan karena masih dibawah umur, hingga kini polisi masih mempelajari apakah pelaku kekerasan ditahan atau tidak. “Karena masih di bawah umur, kami pelajari dulu kasusnya, apa harus ditahan atau tidak," kata Made Sarjana.

Sekelompok ABG tersebut beramai-ramai menganiaya korban di kawasan Glogor Carik, Denpasar, Bali akhir tahun 2011. Video kekerasan tersebut beredar luas di Youtube, Facebook, Twitter serta Blackberry Messenger.

Pelaku kekerasan yang terlihat dalam video tersebut terdiri dari tujuh ABG, Kiki Ariani terlihat dikeroyoki oleh sekelompok ABG itu dengan sejumlah pukulan. Korbanpun terlihat seperti diintrogasi oleh empat ABG putri, lantas sejumlah pukulan melayang ke muka korban.

Teman-teman pelaku kekerasan lainnya, lantas mengeluarkan kata-kata tidak sopan terhadap korban yang hanya terdiam dan tidak melawan. Baju korban digunting hingga korban nyaris hanya mengenakan pakaian dalam. Korban kemudian didorong hingga tersungkur ke tanah. (mas/asr)