| Menlu dan Polisi : Pencurian Organ TKI Tidak Terbukti |
| Nasional - Hukum |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Jumat, 27 April 2012 19:59 |
|
Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI dan pihak kepolisian menyatakan tidak ada organ tubuh yang hilang pada tiga TKI asal NTB, yang sebelumnya diduga menjadi korban pencurian organ tubuh. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan tidak terjadi adanya pencurian organ tubuh itu, berdasarkan otopsi ulang yang telah dilakukan oleh tim forensik Polda NTB terhadap ketiga jenazah selama dua hari terakhir. “Dari hasil otopsi, tim forensik menyimpulkan dugaan adanya sejumlah organ tubuh dari saudara-saudara kita tersebut, tidak terbukti,” kata Marty dalam jumpa pers, Jumat (27/4). Menteri Luar Negeri menegaskan dengan adanya hasil otopsi tersebut, diharapkan dapat menghilangkan adanya dugaan selama ini yang berkembang mengenai tentang adanya pengambilan organ tubuh terhadap para TKI tersebut. Meskipun hasil forensik membuktikan bahwa pencurian organ tidak terbukti, pemerintah akan tetap meminta pemerintah Malaysia melakukan penyidikan tewasnya para TKI tersebut. Sebelumnya ketiga TKI itu sebelumnya tewas ditembak oleh polisi Diraja Malaysia. “Meskipun dugaan pencurian organ tidak terbukti, namun pemerintah tetap mendorong Malaysia untuk melakukan investigasi kematian ketiga WNI tersebut,” kata Marty. Sementara Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Ahmad Musaddeq juga menyatakan hasil otopsi yang dilakukan tim forensik Polri tidak membuktikan adanya organ tubuh para TKI tersebut hilang. “Seluruh organ tubuh seperti mata, jantung, hati, ginjal, dan lain-lain dalam keadaan lengkap,” jelas Brigjen Ahmad Musaddeq. Mengenai adanya jahitan yang disebutkan ada pada tubuh TKI itu, merupakan hasil otopsi yang dilakukan pihak Malaysia untuk menemukan kelainan yang didapat didalam jenazah semaksimal mungkin. "Otopsi itu untuk menemukan kelainan yang didapat di dalam jenazah semaksimal mungkin," katanya. Pihak keluarga Mad Noor ketika ditanyai wartawan seusai melihat otopsi ulang tersebut pada hari ini, Jumat (27/4) tidak menjelaskan secara rinci mengenai otopsi tersebut. Dia hanya bungkam dan syok untuk menjelaskan keadaan jenazah Mad Noor. Sementara ayah kandung Herman (34), H.Maksun yang hadir pada saat otopsi Kamis kemaren (26/4) mengatakan dirinya melihat bola mata anaknya tidak ada dan kelopak mata anaknya juga hanya dijahit dalam keadaan tertutup. Kejadian serupa juga dikatakan oleh ayah Abdul Kadir Jaelani (28), Amaq Rupeni (50) yang mengatakan bola mata anaknya juga sudah tidak ada dan kelopak matanya juga sudah tidak ada. Ketiga TKI asal NTB yang diduga menjadi korban perdagangan organ tubuh, sebelumnya sempat ditembak oleh polisi Diraja Malaysia di Kota Port Dickson, Malaysia, Minggu, 25 Maret 2012 lalu. Mereka berasal dari desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kab Lombok Timur, NTB. (deplu/ln/asr) |


Mozilla Firefox