|
Nasional -
Hukum
|
|
Ditulis oleh Era Baru News
|
|
Kamis, 03 May 2012 15:54 |
|

Jakarta - KontraS dan Migrant Care bersama dengan keluarga korban tewasnya tiga TKI asal NTB, mengungkapkan beberapa kejanggalan atas tewasnya ketiga TKI tersebut di Malaysia.
Pemerintah dalam hal ini diminta untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. Demikian yang disampaikan dalam rilis bersama KontraS dan Migrant Care bersama dengan keluarga korban, Rabu (2/4).
Sebelumnya Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa pernah mengatakan pemerintah berjanji, akan tetap meminta pemerintah Malaysia melakukan penyidikan tewasnya para TKI asal NTB itu. Pernyataan tersebut disampaikannya saat pengumuman hasil otopsi ketiga jenazah itu yang dilakukan oleh Polda NTB.
Berikut kejanggalan-kejanggalan dari keluarga korban :
1- Informasi tentang kematian ketiga TKI diperoleh dari inisiatif keluarga yang mencari informasi mengenai keberadaan ketiga TKI tersebut. Mestinya KBRI adalah pihak pertama yang mendapat informasi secara resmi dari pemerintah Malaysia untuk kemudian diteruskan kepada pihak keluarga.
2- Pihak keluarga yang ada di Malaysia yang turut memandikan dan mengkafani jenazah mendapati berbagai macam ketidakwajaran yang terdapat pada ketiga jenazah. Adanya jahitan yang hampir dilakukan di seluruh tubuh korban dari kepala, mata hingga kaki. Padahal pihak RS Port Dickson menyatakan hanya melakukan pengecekan post mortem/ tidak melakukan pembedahan terhadap jenazah.
3- Pemulangan jenazah hanya di urus oleh agen pengurusan jasa jenazah Poh Soon Professional Funeral Servisea yang semua biayanya ditanggung oleh pihak keluarga, masing-masing keluarga sebesar 13 juta rupiah. Semestinya semua biaya pemulangan jenazah hingga penguburan ditanggung oleh pemerintah.
4- Tim yang dibentuk kemenlu setelah adanya protes keluarga korban menegaskan bahwa buruknya kinerja KBRI dalam melayani dan melindungi buruh migrant.
5- Inisiatif keluarga untuk melakukan otopsi ulang dipersulit dengan birokrasi yang tidak pasti di tingkat kepolisian. Selama otopsi beralngsung keluarga tidak mendapatkan penjelasan mengenai fakta yang terjadi terhadap ketiga korban.
Dan hasil otopsi resmi hingga hari ini belum disampaikan kepada keluarga, sementara pemerintah sudah mengumumkan hasil tersebut kepada publik. BNP2TKI yang menyatakan menanggung biaya otopsi ketiga TKI merupakan hal yang luar biasa karena selama ini banyak TKI yang dinyatakan meninggal tidak wajar tidak mendapatkan perhatian serius dari BNP2TKI.
6- Pemerintah terkesan telah selesai tanggungjawabnya setelah mengumumkan hasil otopsi. Sementara keluarga mendapatkan fakta yang berbeda dengan apa yang disampaikan secara resmi oleh pemerintah.
(kontraS/asr) |