Tiga Menteri Kabinet Baru Kunjungi Lokasi Lumpur Lapindo
Ditulis oleh NTD - NEWS
Jumat, 05 Februari 2010
Kegiatan tiga menteri yaitu Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Menteri Lingkungan Hidup, diawali dengan peresmian pembangunan jalan alternatif.
Jalan ini sebagai pengganti jalan tol penghubung di Propinsi Jawa Timur bagian utara dan selatan yang telah rusak akibat semburan lumpur panas.
[Joko Kirmanto, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia]: "Karena jalan tol yang dari Surabaya menuju Gempol, jalan Arteri dan yang lain-lain tadi, itu menghubungkan Surabaya dengan antar lainnya, di Jawa Timur bagian Selatan maupun di Jawa Timur bagian Timur sampai di Banyuwangi, itu sangat tergantung ekonominya dengan Kota Surabaya."
Selanjutnya ketiga menteri meninjau lahan sedimentasi lumpur hasil buangan dari lumpur panas yang sudah membentuk pulau di muara Sungai Porong.
Di sini, mereka melakukan penanaman pohon mangrove, yang dilanjutkan dengan diskusi bersama nelayan dan petambak dari wilayah Sidoarjo dan sekitarnya tentang dampak dari pembuangan lumpur ke sungai terhadap hasil perikanan.
[Fadel Muhammad, Menteri Kelautan Republik Indonesia]: "Setelah melewati berbagai penelitian, baik penelitian yang dibuat oleh kementerian saya, Kelautan, juga Kementrian Lingkungan hidup, bahwa ternyata hasil bencana semburan lumpur Lapindo itu, ternyata tidak sama sekali mengganggu biota laut."
Bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo ini sudah berlangsung sejak 29 Mei 2006, dengan volume semburan rata-rata 100.000 m3 per harinya.
Para ahli geologi memperkirakan fenomena semburan lumpur ini akan berlangsung lebih dari 23-35 tahun. Dan diyakini sebagai aktivitas pembentukan gunung lumpur (mud volcano).