Warga Tibet Menandai Peringatan Gagalnya Pemberontakan
Ditulis oleh NTD - NEWS
Selasa, 09 Maret 2010
Pemerintah Tibet di pengasingan memperingati hari pemberontakan, saat pemimpin spiritual mereka, Dalai Lama, memimpin protes terhadap pendudukan rezim China di Tibet, tahun 1959. Atas kegagalan pemberontakan ini, banyak orang Tibet yang melarikan diri ke India.
Ini adalah program pertama yang diselenggarakan sejak Dalai Lama bertemu dengan presiden Amerika Serikat Barrack Obama, di Gedung Putih bulan lalu.
Sebagai bagian dari doa, Pemerintahan Tibet, biksu, dan warga umum Tibet, juga menyelenggarakan upacara untuk pemimpin spiritual mereka, Dalai Lama ke-14, agar ia panjang umur.
[Lobsang Choedak, Pemerintah Tibet di Pengasingan]: "Kali ini, pusat pemerintahan Tibet serta masyarakat umumnya bersama memanjatkan doa-doa untuk umur panjang Yang Mulia, serta permohonan agar semua keinginannya dikabulkan.”
Kepala dari empat sekolah Agama Buddha Tibet serta berbagai pejabat Tibet menghadiri upacara doa tersebut. Rezim komunis China telah menguasai Tibet sejak mereka mengambil alih wilayah ini pada tahun 1950.
Kritik telah menuduh China menindas aspirasi agama warta Tibet, terutama terhadap pemimpin mereka Dalai Lama. Dharamsala kini merupakan rumah bagi orang Tibet di pengasingan yang berjuang untuk pembebasan tanah air mereka dari pemerintahan komunis.