Era Baru News >> NTD Video >> NTD Video >> Larangan Penangkapan Tuna, Tantangan Bagi Jepang
Larangan Penangkapan Tuna, Tantangan Bagi Jepang
Ditulis oleh NTD - NEWS Kamis, 11 Maret 2010

Jepang mengatakan ia tidak akan mengikuti larangan penangkapan ikan tuna sirip biru Atlantik yang dimulai bulan ini.

Stok ikan yang bernilai tinggi ini telah berkurang dengan sangat drastis, dengan harga sekitar 100,000 dolar per ekor.

Amerika cenderung mendukung Uni Eropa yang memimpin larangan perdagangan, sementara Jepang terkejut dan tidak menerima. 

[Hirotaka Akamatsu, Menteri Pertanian, Kehutanan & Perikanan]:
"Hampir bisa dipastikan (Amerika akan menahan larangan). Namun, fakta bahwa mereka mereka mengumumkannya secara resmi sungguh mengejutkan.”

Sekitar 80% ikan ini dibawa ke Jepang, sehingga pedagang ikan lokal berkata larangan pasti akan berdampak pada penjualan.

[Tadao Ban, Presiden, Koperasi Pasar Ikan Tokyo]:
"Di Jepang, kami mengkonsumsi sekitar 50.000 ton tuna sirip biru, setengahnya berasal dari Atlantik dan Mediterania. Jadi, semua larangan pasti akan mempengaruhi kami.”

Tapi para ilmuwan di universitas di tenggara Jepang, kini beternak ikan berdarah hangat dengan  menetaskan telur di laboratorium.

Staf laboratorium berkata bahwa dalam tiga tahun terakhir, tingkat keberhasilan pengembang-biakan ikan ini telah meningkat, berkat pakan baru.
 
[Tokihiko Okada, Petani Ikan Oshima, Universitas Kinki]:
"Orang bilang daging tuna ternakan terlalu berlemak dan lembut, tapi sekarang tidak lagi. Orang-orang mulai mengenali kualitas  tuna kami, itulah mengapa kami memberi pakan baru."

Tuna ternakan kini masih terdapat pada menu di sebagian besar restoran sushi di Jepang.

English Version Click Here


Related news items: